Felix Wijaya
Business Analyst

Pemerhati dan penggiat ekonomi

Bubble Burst pada Startup

Kompas.com - 14/06/2022, 13:33 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Gagal bayar sub-prime mortgage ini berefek domino. MBS jatuh lalu diikuti dengan produk derivatif lainnya.

Investment bank yang memiliki aset harus menderita kerugian besar dan rentan bangkrut.

Lantas apakah perusahaan Startup saat ini sedang mengalami bubble burst seperti yang terjadi pada dot-com bubble maupun Real Estate Bubble?

Untuk melihat itu, harus terlebih dahulu sektor bisnis lainnya. Jika dilihat bahwa pandemi Covid-19 bukan hanya membuat perusahaan-perusahaan startup saja yang melakukan PHK.

Tetapi banyak perusahaan yang melakukan PHK baik dari sektor ritel hingga energi untuk proses efisiensi, karena kurangnya omzet saat diberlakukannya pembatasan sosial saat pandemi.

Contohnya PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang sempat melakukan PHK kepada 421 karyawannya sejak Januari 2020 hingga Juni 2020.

Kemudian PT. Sarana Mediatama Metropolitan sebagai pengelola jaringan rumah sakit OMNI Hospital mengungkapkan ada PHK 291 karyawan karena menurunnya jumlah pasien saat pandemi dan berdampak kepada pendapatan perusahaan.

Lebih dalam dari itu dapat dilihat berdasarkan strategi maupun alasan dilakukannya PHK oleh perusahaan startup.

Seperti yang dilakukan oleh Gojek akan fokus terhadap bisnis inti dengan menutup tiga layanan noninti, yaitu GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang berakibat 430 karyawan harus kena PHK.

Ketiga layanan tersebut termasuk dalam layanan GoLife. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat terkini.

Pastinya strategi ini akan membuat Gojek menjadi lebih sehat dengan fokus terhadap bisnis inti dan menghapus layanan yang tidak memberikan keuntungan pada masanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.