Indonesia Akan Buka Keran Ekspor CPO ke Pakistan

Kompas.com - 14/06/2022, 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berencana memperluas pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak goreng sawit ke Pakistan.

Rencana tersebut telah disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat bertemu dengan Menteri Industri dan Produksi Pakistan Syed Murtaza Mahmud, di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Ia optimistis, peningkatkan kerja sama di sektor industri dengan Pakistan akan mendongkrak kinerja ekspor nasional.

"Pemerintah telah memutuskan membuka ekspor minyak goreng kembali, setelah melihat kondisi pasokan yang terpenuhi di pasar domestik dan penurunan harga minyak goreng curah saat ini. Oleh karenanya, Pakistan bisa menjadi pasar yang potensial," kata dia dalam siaran persnya, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 8,88 Juta, 80 Persennya Milenial dan Gen Z

Lebih lanjut kata Agus, pemerintah sedang menjalankan program percepatan distribusi CPO, refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), dan used cooking oil (UCO) melalui ekspor sejak 7 Juni-31 Juli 2022.

"Hal ini dalam rangka optimalisasi dan stabilisasi produksi dan rantai perdagangan CPO, RBDPO, dan UCO," kata Menperin.

Program tersebut berlaku bagi seluruh eksportir, dengan alokasi ekspor ditetapkan sebesar 1 juta ton, dan setiap eksportir yang mengikuti program diberikan alokasi paling sedikit 10 ton kelipatannya.

"Saya yakin terbitnya regulasi terkait ini dapat mempercepat impor CPO dan turunannya ke Pakistan," kata Agus.

Agus berharap, pertemuan bilateral ini juga dapat memperluas hubungan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, yaitu dengan kelanjutan perundingan Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA). Hal ini dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi kedua negara pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: BKN: Waspada Panggilan CPNS Pengganti, Ini Proses Resminya

Pada 2021, total perdagangan bilateral mencapai 3,9 miliar dollar AS dengan total ekspor 3,8 miliar dollar AS dan impor dari Pakistan sebesar 185 juta dollar AS, yang didominasi oleh sektor nonmigas.

Pada tahun yang sama, nilai perdagangan tercatat sebesar 3,6 miliar dollar AS. Sementara itu, penanaman modal dari investor Pakistan di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2022 telah menggelontorkan total dana sebesar 5,45 juta dollar AS untuk 155 proyek.

Sektor-sektor yang merealisasikan investasinya tersebut antara lain industri makanan, tekstil, kayu, serta kimia dan farmasi. Komoditas lainnya yang juga menjadi andalan ekspor Indonesia ke Pakistan di antaranya serat stapel rayon viscose, mobil dan kendaraan bermotor lainnya, gearbox dan bagiannya, serta kertas uncoated dan kertas karton.

Baca juga: 7 Fakta Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.