Tanya-tanya Pajak di Kompas.com
Konsultasi dan Update Pajak

Tanya-tanya Pajak merupakan wadah bagi Sahabat Kompas.com bertanya (konsultasi) dan memperbarui (update) informasi seputar kebijakan dan praktik perpajakan.

Pemerintah Percepat Tarif Bea Masuk 0 Persen untuk 3 HS Code dari ASEAN dan Hong Kong

Kompas.com - 15/06/2022, 10:58 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

PEMERINTAH Indonesia mempercepat pengenaan tarif bea masuk 0 persen atas impor beberapa produk dari negara-negara ASEAN dan Hong Kong, yang terikat perjanjian perdagangan bebas atau free trade area agreement dengan Indonesia.

Kepastian itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 93/PMK.010/2022. Peraturan ini terbit dan mulai berlaku pada 2 Juni 2022.

Beleid tersebut merevisi sebagian ketentuan dalam PMK Nomor 49/PMK.010/2022 tentang penetapan tarif bea masuk dalam rangka kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-Hong Kong, China.

Yang berubah

  • Dalam ketentuan baru, alat reproduksi suara sinematografi dengan HS Code 8519.89.10 serta produk bagian dan aksesori mesin dengan HS Code 8473.40.00 dikenakan tarif bea masuk sebesar 0 persen mulai 2022.

    Pada ketentuan lama, tarif bea masuk untuk bagian dan aksesori mesin ditetapkan sebesar 5 persen mulai 2022 dan baru dipangkas menjadi 0 persen pada 2027.

    Sementara itu, tarif bea masuk produk alat reproduksi suara sinematografi semula ditetapkan sebesar 10 persen mulai 2022, diturunkan menjadi 9,5 persen untuk kurun 2024-2029, dan turun menjadi 5 persen mulai 2030.

  • Beleid terbaru juga mengubah skema rencana tarif bea masuk untuk produk pemanas air tenaga matahari lain-lain dengan HS Code ex 8419.12.00. Aturan baru mempercepat pengenaan tarif 0 persen untuk produk ini, dimulai pada 2027.

    Dalam skema sebelumnya, tarif bea masuk untuk pemanas air tenaga matahari ditetapkan sebesar 5 persen untuk periode 2022-2027 dan baru dipangkas jadi 0 persen mulai 2028. 

Perubahan skema tarif bea masuk produk-produk di atas disebut merupakan hasil evaluasi atas pelaksanaan kesepakatan perdagangan bebas di antara negara-negara ASEAN-Hong Kong.

KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Pemerintah percepat tarif bea masuk 0 persen untuk tiga kode produk dalam kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-Hong Kong.

Besaran tarif yang ditetapkan juga adalah bentuk pemberian fasilitas dari negara-negara yang terikat perjanjian tersebut dan untuk menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Secara keseluruhan perjanjian kerja sama perdagangan bebas di antara negara-negara ASEAN-Hong Kong mengatur pengenaan bea masuk terhadap 11.414 produk. Ini diatur dalam PMK Nomor 49/PMK.010/2022, sebagaimana naskah berikut ini:

Adapun percepatan pengenaan skema tarif bea masuk nol persen untuk sebagian produk dari negara-negara itu tertuang dalam PMK Nomor 93/PMK.010/2022, sebagaimana naskah berikut ini:

Naskah: MUC/ASP, KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

Whats New
Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

Whats New
Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

Spend Smart
Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

Whats New
Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

Earn Smart
Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

Rilis
Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

Rilis
Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

Whats New
Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

Whats New
Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

Rilis
Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Whats New
Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

Whats New
6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

Whats New
Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.