Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seluruh Negara Sepakat Presidensi G20 Indonesia Momentum Positif Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

Kompas.com - 15/06/2022, 20:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Ketiga Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan (Employment Working Group/EWG Meeting) Presidensi Indonesia G20 tahun 2022 di Jenewa, Swiss, membahas penyusunan konsep deklarasi Menteri Perburuhan/Ketenagakerjaan negara-negara G20.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemenaker) Anwar Sanusi mengatakan, seluruh peserta pertemuan EWG III telah sepakat menyelesaikan deklarasi Menteri Perburuhan G20 di Bali, September tahun ini.

Selain itu, seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan sepakat menjadikan Presidensi G20 Indonesia sebagai momentum positif dengan menyetujui berbagai isu yang sudah disiapkan dalam waktu sangat panjang.

"Mudah-mudahan hal yang belum selesai, kita dapat teruskan sampai pertemuan-pertemuan bersifat virtual pada pertengahan Juli dan medio Agustus," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Negara G20 Rembuk di Forum Internasional, Bahas Transisi Energi Adil dan Terjangkau

Anwar menjelaskan, pada hari pertama pertemuan EWG III G20, peserta mendengarkan laporan dari organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) terkait dua isu.

Pertama, isu Brisbane Goal 2025 yakni bagaimana kita mendorong kesetaraan akses dalam hal hak dan kewajiban antara perempuan dengan laki-laki dalam bidang ketenagakerjaan.

Selain itu, juga dipaparkan sejauh mana kinerja pekerja laki-laki dengan perempuan yang sama-sama terdampak Covid-19. Beragam isu yang muncul di pertemuan, membuat peserta memiliki kebijakan untuk merespon pandemi berikut target dari kebijakan tersebut.

"Tapi jika dilihat dari paparan OECD dan ILO, kita melihat adanya progres dari Indonesia yang cukup optimistis. Mudah-mudahan target kita untuk Antalia dan Brisbane ini bisa dijalankan dengan target yang sudah ditetapkan bersama," katanya.

Sebelumnya, Kemenaker pertemuan EWG II di Yogyakarta. Pihaknya mengusulkan agar para negara anggota G20 menyusun indikator kebijakan ketenagakerjaan yang ramah kelompok rentan.

Kemudian dari delegasi EWG II tersebut juga merumuskan zero draft atau draf awal deklarasi yang akan dideklarasikan oleh Menteri Ketenagakerjaan anggota G20, pada Pertemuan Menteri-menteri Ketenagakerjaan dan Buruh (Labour and Employment Ministerial Meeting).

Baca juga: Dukung KTT G20, UI Bikin Bus Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 10 Investasi Ilegal yang Ditemukan SWI pada Januari 2023

Daftar 10 Investasi Ilegal yang Ditemukan SWI pada Januari 2023

Whats New
Beri Layanan Pelumas Ber-TKDN untuk Industri Pertambangan, PanaOil Raih Penghargaan IMSA 2022

Beri Layanan Pelumas Ber-TKDN untuk Industri Pertambangan, PanaOil Raih Penghargaan IMSA 2022

Whats New
Cara Bayar Tilang Elektronik Melalui Bank BRI

Cara Bayar Tilang Elektronik Melalui Bank BRI

Work Smart
Soal Isu Jadi Menteri Pertanian, Buwas: Saya Itu Orang yang Tidak Ingin Dapat Jabatan

Soal Isu Jadi Menteri Pertanian, Buwas: Saya Itu Orang yang Tidak Ingin Dapat Jabatan

Whats New
Luhut: Masalah Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Diselesaikan Pekan Depan di Beijing

Luhut: Masalah Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Diselesaikan Pekan Depan di Beijing

Whats New
Diberi Gaji Rp 172 Juta Lebih Per Bulan, Kepala Otorita IKN: Saya 'No Comment'

Diberi Gaji Rp 172 Juta Lebih Per Bulan, Kepala Otorita IKN: Saya "No Comment"

Whats New
Agar Bisa Bersaing dengan Swasta, 2 BUMN Layanan Pelabuhan Lakukan Kerja Sama

Agar Bisa Bersaing dengan Swasta, 2 BUMN Layanan Pelabuhan Lakukan Kerja Sama

Whats New
Bandara Internasional Bakal Dikurangi Jadi 15, Erick Thohir: Yang Lain Hanya Boleh Layani Haji dan Umrah

Bandara Internasional Bakal Dikurangi Jadi 15, Erick Thohir: Yang Lain Hanya Boleh Layani Haji dan Umrah

Whats New
Masih Mahal, Berikut Daftar Harga Beras di Beberapa Wilayah Indonesia

Masih Mahal, Berikut Daftar Harga Beras di Beberapa Wilayah Indonesia

Spend Smart
Fokus ke 'Green Economy', Kalbar Gandeng Sucofindo

Fokus ke "Green Economy", Kalbar Gandeng Sucofindo

Whats New
Otorita: Lebih dari 100 Orang Tertarik Jadi Investor di IKN

Otorita: Lebih dari 100 Orang Tertarik Jadi Investor di IKN

Whats New
Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas ke Kawasan Industri di Indonesia Timur

Pemanfaatan Gas Bumi Diperluas ke Kawasan Industri di Indonesia Timur

Whats New
Harga Beras Mahal, Mendag Minta Bulog Lepas Stok Langsung ke Pasar

Harga Beras Mahal, Mendag Minta Bulog Lepas Stok Langsung ke Pasar

Whats New
Resmi Naik, Ini Standar Tarif Baru Layanan Peserta JKN BPJS Kesehatan

Resmi Naik, Ini Standar Tarif Baru Layanan Peserta JKN BPJS Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani Diisukan Masuk Bursa Gubernur BI, Indef: Emang Mau?

Sri Mulyani Diisukan Masuk Bursa Gubernur BI, Indef: Emang Mau?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+