Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Wasi Bisnis Kelontong, Bermodal Smartphone Kini Omzetnya Lebih dari Rp 20 Juta

Kompas.com - 17/06/2022, 11:40 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

"Kalau hari ini saya pesan, besok sudah sampai. Jadi saya tidak perlu lagi pergi ke pasar untuk kulakan. Semuanya bisa di pesan lewat HP," jelas dia.

Menurut ia, kemudahan ini bisa membuat waktunya menjaga warung lebih maksimal.

Ia tak perlu sering-sering ke pasar dan urusan rumah tangga juga tidak tercecer.

Awalnya, ia harus bolak-balik sendiri ke pasar yang lumayan jauh aksesnya untuk mengisi stok di warungnya.

"Kadang ya kalau beli sembako itu hanya bisa sedikit-sedikit karena berat. Padahal stoknya paling cepat habis," ucap dia.

Dagangan sendiri merupakan platform ecommerce yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga di daerah rural alias pedesaan.

Wasi bilang, pernah dalam sebulan ia belanja lewat Dagangan sebanyak 6 kali. Adapun, dalam sekali belanja nominal minimalnya adalah Rp 300.000.

Sedangkan, saat ini Wasi dalam sekali belanja bisa menyampai nominal Rp 1 juta.

"Kalau sekarang rata-rata belanja kebutuhan warung dalam seminggu bisa sampai Rp 5 juta," imbuh dia.

Dengan penghasilan itu, Wasi dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Pun, dia dapat menyisihkan keuntungannya untuk terus mengambangkan bisnis kelontongnya.

Baca juga: Startup Diterpa Isu Miring, BTPN Syariah Venture Hati-hati Lakukan Penyertaan Modal

Business Planning and Assurance Head di BTPN Syariah Dewi Nuzulianti menjelaskan, kaum perempuan lebih memiliki komitmen ketika mengakses pembiayaan. Selain itu, bagi kaum perempuan pembiayaan ini dapat berdampak sosial.

Maksudnya, kaum perempuan bisa memiliki penghasilan tambahan untuk membantu ekonomi keluarga. BTPN Syariah juga selalu mendampingi nasabah untuk dapat mengatur keuangannya dengan baik melalui agen-agen yang mendampingi di setiap daerah.

Lebih lanjut Dewi mengurai, nasabah saat ini dapat mengajukan pinjaman dengan plafon sampai dengan Rp 50 juta dengan tenor 1 sampai 2 tahun.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Dagangan Ryan Manafe mengatakan, Dagangan menawarkan solusi untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan cepat, yakni satu hari. Dagangan akan mengantar pesanan dari pemilik warung sampai ke depan rumah.

Ryan menceritakan, salah satu kendala yang dialami pengusaha warung kelontong di daerah rural adalah akses pada stok barang dagangannya. Untuk itu, startup yang telah berdiri sejak 2019 tersebut menyediakan layanan pesan antar lewat aplikasi yang menjawab kendala itu.

Ia berharap, Dagangan dapat memberdayakan masyarakat yang tersebar di daerah untuk berdaya secara ekonomi melalui transformasi kegiatan ekonomi tradisional menjadi digital.

Baca juga: Cerita Desak Lepas dari Jerat Rentenir berkat Bank Syariah, Kini Raup Omzet hingga Rp 3 Juta Sehari

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Whats New
Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Earn Smart
Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

Whats New
Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Whats New
Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Whats New
Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com