Bank Mandiri Pasang Target Transaksi Livin' Tembus Rp 3.000 Triliun di Pengujung 2022

Kompas.com - 17/06/2022, 15:05 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memasang target yang optimistis dalam pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi aplikasi perbankan andalannya, Livin'.

SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, untuk nilai transaksi di aplikasi Livin' ditargetkan dapat tumbuh 100 persen atau dua kali lipat dari realisasi tahun lalu.

Tercatat, sepanjang tahun lalu nilai transaksi Livin' mencapai sekitar Rp 1.500 triliun, dengan demikian nilai transaksi di aplikasi tersebut ditarget mencapai sekitar Rp 3.000 triliun hingga pengujung tahun ini.

"Nilai (transaksi) tahun lalu Rp 1.500 triliun tahun lalu, harapannya minimal double lah," kata Thomas dalam Media Gathering Bank Mandiri di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Pengusaha Minta Mendag Fokus Selesaikan Kasus Minyak Goreng, Harga Bahan Pangan hingga Investasi Bodong

Sementara itu, Bank Mandiri menargetkan, jumlah pengguna aplikasi serba bisa atau supper apps itu dapat mencapai 16 juta pengguna hinga pengujung tahun ini.

Adapun sampai pengujung semester I-2022, jumlah pengguna Livin' telah mencapai 13 juta pengguna.

Target itu dipatok oleh Bank Mandiri dengan melihat tingginya antusias nasabah terhadap layanan perbankan digital perseroan.

Apalagi, Hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis pada 2021 lalu menunjukkan saat ini penduduk Indonesia didominasi Generasi Z dan milenial, di mana proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen.

Baca juga: Jalan Tol Becakayu Seksi 2a Ditargetkan Rampung Akhir 2022

Hal tersebut menurut Thomas selaras dengan tren transaksi masyarakat di masa mendatang yang akan semakin terdigitalisasi.

Untuk itu, Bank Mandiri kian serius dalam mengakselerasi pengembangan layanan digital, dengan Livin' by Mandiri sebagai aplikasi andalannya.

"Dalam mengembangkan layanan digital, Bank Mandiri berupaya menghadirkan produk layanan digital yang bersifat customer centric dan inovatif sehingga dapat secara cepat dan tepat menghadirkan fitur serta benefit kepada nasabah," ucap Thomas.

Baca juga: Diduga Pindahbukukan Dana Global Medcom Tanpa Izin, BNI Dituntut Ganti Rugi Rp 679 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.