Jokowi: 800.000 Dosis Vaksin PMK Ternak Sudah Datang, Segera Gerak Cepat

Kompas.com - 17/06/2022, 17:44 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta penyuntikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dipercepat. Pasalnya, wabah ini sudah menyebar di 18 provinsi dan 190 kabupaten/kota.

Percepatan vaksinasi juga dilakukan lantaran sekitar 800.000 dosis vaksin PMK sudah sampai di Tanah Air.

"Tadi malam Alhamdulillah vaksin 800.000 (dosis) sudah datang. Ini yang saya kira segera gerak cepat. Suntikkan cepat-cepat sehingga sudah bisa melindungi sapi-sapi yang lain" kata Jokowi dalam acara Temu Raya Kita Prakerja di Sentul International Convention Center, Bogor, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Cegah Wabah PMK Jelang Idul Adha, Holding Pangan BUMN ID Food Awasi Ketat Hewan Ternak

Adapun penyuntikkan vaksin yang dipercepat diyakini mampu menekan wabah penularan. Jokowi bilang, penularan PMK sama seperti Covid-19 yang sangat cepat.

Penularan ini bahkan bisa terjadi meskipun Kementerian Pertanian sudah melakukan sejumlah cara untuk menahan penyebaran kasus.

"Memang berkembangnya ini kayak Covid-19, cepat, lewat media apapun. Padahal sudah di-block oleh kementan dan kepolisian, tapi nyatanya cepat dan sekarang sudah di 18 provinsi dan 119 kab/kota," ucap Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah mengimpor pengadaan vaksin PMK sebanyak 3 juta vaksin.

Baca juga: Berantas Penyakit Mulut dan Kuku, Pemerintah Bentuk Satgas dan Siapkan Anggaran

Dana impor vaksin itu diambil dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bahkan, pihaknya bakal memantau lalu lintas ternak di daerah-daerah merah/rawan. Di sisi lain, membuat protokol pemotongan hewan menjadi lebih baik.

Langkah-langkah ini dilakukan lantaran pemerintah khawatir wabah penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada sapi memengaruhi ekspor produk holtikultura. Di sisi lain, pemerintah juga masih menimbang-nimbang mendeklarasikan wabah PMK di Indonesia.

"PMK tidak bisa ekspose terlalu besar di masyarakat karena dampaknya terhadap dunia global. Kalau kita declare darurat PMK maka seluruh ekspor holtikultura kita akan dilarang," kata Airlangga dalam arahan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota di Kemendagri, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Pastikan Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Jokowi: Anggarannya Sudah Ada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.