Ronny P Sasmita
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution

Penikmat kopi yang nyambi jadi Pengamat Ekonomi

Ekonomi Politik Kursi Komisaris BUMN

Kompas.com - 18/06/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Sudah menjadi rahasia umum bahwa BUMN adalah salah satu lahan basah yang akan ditempati oleh orang-orang partai dan relawan politik.

Di periode pertama pemerintahan Jokowi-JK, nama seperti Fajrul Rahman, Andrinof Chaniago, Refly Harun, Saldi Isra (menjadi Komisaris Semen Padang sebelum jadi Hakim MK), dll, adalah nama-nama yang dimahfumi oleh publik di saat mereka ditunjuk jadi komisaris BUMN, walaupun tidak memiliki kompetensi linier dengan bidang yang diemban oleh BUMN tersebut.

Dimahfumi karena nama-nama tersebut ada di barisan relawan pendukung Jokowi-JK.

Di periode kedua pun tentu tak akan jauh berbeda, meskipun menteri BUMN-nya sudah tak sama.

Jadi jika Erick Tohir berkilah bahwa penujukan Adee Slank sebagai bagian dari upaya kementerian BUMN memperbaiki konten-konten produk besutan Telkomsel, sudah barang tentu alasan tersebut sangat basa-basi sifatnya.

Abang-abang bakso pun paham kalau alasan tersebut adalah basa-basi. Toh ada banyak nama-nama, tua ataupun muda, yang jauh lebih mumpuni dan kompeten di bidang itu ketimbang Adee Slank.

Publik akan dengan mudah menyejajarkan Adee dengan nama-nama lain dari partai atau barisan relawan yang "kebagian kue BUMN," tanpa harus terpengaruh oleh alasan dangkal Erick tersebut.

Mengapa? Karena publik mengetahui dengan jelas bahwa memang Slank secara terang-terangan menunjukan keberpihakan kepada Jokowi sedari awal, sehingga penunjukan salah satu personelnnya sebagai komisaris BUMN akan dikaitkan dengan kontribusi dan aktifitas politik Slank selama masa pemenangan Jokowi, baik di periode pertama maupun di periode kedua.

Di sisi lain, sebagai masyarakat Indonesia yang baik yang memang sudah terbiasa dengan fenomena politisasi dan komoditifikasi BUMN, kita tentu sudah mengerti bahwa perkara BUMN di Indonesia adalah perkara rumit.

Komplikasinya merentang luas, mulai dari politik sampai pada kesehatan keuangannya. Jadi yang perlu dipahami adalah bahwa sekadar pergantian SDM saja tentu tak cukup, baik di sisi direksi maupun di sisi komisaris.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Whats New
Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Spend Smart
Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Whats New
Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Spend Smart
Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Whats New
BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

Whats New
Gara-gara Promosikan Kripto Via Instagramnya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Gara-gara Promosikan Kripto Via Instagramnya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Earn Smart
Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Whats New
IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisanya

IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisanya

Whats New
OJK Sebut Ada Kemungkinan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Diperpanjang

OJK Sebut Ada Kemungkinan Restrukturisasi Kredit Covid-19 Diperpanjang

Whats New
[POPULER MONEY] Cek Status Pencairan BSU Tahap 4 secara Online | Memutus Rantai Generasi Sandwich

[POPULER MONEY] Cek Status Pencairan BSU Tahap 4 secara Online | Memutus Rantai Generasi Sandwich

Whats New
Jangan Lupa Cek Rekening, BSU Tahap 4 Sudah Cair ke 1 Juta Lebih Pekerja

Jangan Lupa Cek Rekening, BSU Tahap 4 Sudah Cair ke 1 Juta Lebih Pekerja

Whats New
Rincian Biaya Admin BRI BritAma dan Simpedes per Bulan

Rincian Biaya Admin BRI BritAma dan Simpedes per Bulan

Spend Smart
Mudah, Begini Cara Transfer Virtual Account BRI lewat BRImo dan ATM

Mudah, Begini Cara Transfer Virtual Account BRI lewat BRImo dan ATM

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.