Ronny P Sasmita
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution

Penikmat kopi yang nyambi jadi Pengamat Ekonomi

Ekonomi Politik Kursi Komisaris BUMN

Kompas.com - 18/06/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Karena itu, penunjukan Adee Slank akan bermakna sama dengan penunjukan komisaris lain dari partai atau relawan, yang sampai hari ini tak jelas prestasinya dalam memperbaiki kinerja BUMN.

Padahal untuk membenahi BUMN nasional dibutuhkan pembehanan sistem secara menyeluruh. Dan itu harus dimulai dari kementerian BUMN.

Misalnya, mekanisme rekruitmen para deputi di kementerian BUMN, direksi BUMN, atau komisaris BUMN, harus dibebaskan terlebih dahulu dari sindrom "orang titipan."

Mereka sebaiknya pajabat karir, baik di institusi kementerian BUMN maupun dari BUMN-BUMN terkait, yang berkompetensi dan telah terbukti "makan tangannya" di bidang yang dibawahi.

Setidaknya ada kriteria komparatif dan kompetitif yang ditetapkan, sebelum seseorang menduduki posisi deputi yang membawahi beberapa bidang BUMN, atau direksi BUMN, dan atau komisaris-komisaris BUMN.

Dan paramater tersebut semestinya tersampaikan kepada publik dan semua stake holder, agar ada beban moral untuk tidak melakukan pelanggaran yang mengingkari prestasi dan track record-nya masing-masing di kemudian hari.

Apakah ini dilakukan Erick? Sampai hari ini, Erick belum mampu membuktikan itu.

Misalnya keharusan penunjukan direksi dan komisaris BUMN yang benar-benar menggunakan merit system dengan reward dan punishment yang jelas.

Hal tersebut hanya bisa dilakukan jika Erick Tohir bertindak independen, berdasarkan perhitungan yang jelas atas prospek bisnis BUMN ke depan.

Tapi faktanya sulit untuk Erick Tohir melakukan itu. Boleh jadi hanya di dalam retorika karena sedari awal Erick sudah melakukan pekerjaan politik untuk memenangkan Jokowi Maaruf, sebagai mantan ketua Tim Sukses Jokowi yang tak mungkin lepas begitu saja.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.