Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Poppi Marini
Pegawai Negeri Sipil

Masih terus belajar

Bonus Demografi Tergerus Pandemi

Kompas.com - 18/06/2022, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pada tahun 2020, hasil dari Proyeksi Sensus Penduduk, Rasio Ketergantungan Indonesia sebesar 47,3 persen.

Ini artinya, setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung 47 orang penduduk usia belum produktif dan penduduk usia tidak produktif lagi, yaitu penduduk usia 0-14 tahun dan usia 65++.

Selain pemutusan hubungan kerja pada masa pandemi, ada satu lagi situasi yang mengakibatkan menurunnya kualitas bonus demografi Indonesia.

Setelah lulus pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditamatkan dan memiliki pendapatan yang sesuai adalah harapan semua orang.

Namun lagi-lagi, pandemi membuyarkan harapan tersebut karena berkurangnya penyerapan tenaga kerja.

Selain itu dampak Covid (Long Covid) bagi para penyintas membuat mereka tidak bisa bekerja seperti biasa.

Menurut situs Databoks.katadata.co.id, pertanggal 15 Juli 2021, penderita Covid didominasi oleh usia produktif, yaitu sekitar 76 persen penderita Covid berusia 19-59 tahun.

Kesulitan menerima pelajaran karena fasilitas yang kurang mendukung selama pembelajaran jarak jauh.

Keadaan ini menjadi lebih buruk jika dihadapi oleh murid dengan latar belakang kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Bantuan pemerintah untuk kemudahan pulsa bagi siswa pun diluncurkan, namun sayangnya tidak diberikan sepanjang mereka sekolah dari rumah.

Selain itu, masalah juga berasal dari tenaga pendidik. Kemampuan pendidik dalam mengajar melalui daring juga harus berkualitas, karena tidaklah gampang untuk mengajar siswa yang secara fisik tidak berada di hadapan mereka.

Kemampuan tenaga pendidik dalam menyusun bahan pembelajaran menggunakan media digital juga terbatas.

Mungkin sebagian besar dari mereka belum pernah mendapat pembekalan ilmu mengenai teknologi informasi, dan tiba-tiba diwajibkan oleh sekolah untuk membuat bahan pembelajaran yang bisa dimengerti oleh siswa dengan mudah.

Penyerapan dan capaian ilmu yang rendah akan berdampak pada kualitas generasi muda masa yang akan datang.

Kemampuan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak juga akan makin sulit, sehingga mereka akan menjadi beban bagi orang lain.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com