BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Luno

Ingin Investasi Bitcoin? Gunakan 3 Strategi Berikut agar Aman dan Meminimalisasi Risiko

Kompas.com - 20/06/2022, 17:17 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, Bitcoin adalah aset kripto dengan nilai paling tinggi. Kinerjanya pun dianggap lebih baik ketimbang aset kripto lain.

Karena hal tersebut, investasi Bitcoin dinilai bisa memberikan imbal hasil keuntungan yang signifikan, khususnya dalam jangka panjang, seperti saham.

Sebagai gambaran, harga Bitcoin pada 2020 berada di kisaran 9.000 dollar Amerika Serikat (AS) per koin. Per Senin (13/6/2022), harga Bitcoin sudah mencapai 24.241 dollar AS per koin.

Itu berarti, nilai Bitcoin mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dalam kurun dua tahun. Karena hal ini, jumlah investor aset kripto di Indonesia mengalami kenaikan secara signifikan.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 12, 4 juta per Februari 2022, tumbuh hampir tiga kali lipat dari jumlah pada 2021 yang mencapai 4,5 juta.

Baca juga: Harga Bitcoin dkk Menguat Usai The Fed Menaikkan Suku Bunga

Meski memiliki catatan bagus dalam kurun dua tahun terakhir, bukan berarti kinerja Bitcoin di masa depan bakal serupa. Pasalnya, pasar aset kripto seperti Bitcoin bersifat volatil, yakni mudah berubah secara cepat.

Hal tersebut membuat aset kripto memiliki risiko tinggi yang bisa menimbulkan kerugian akibat penurunan nilai. Calon investor bisa melakukan tiga hal berikut sebagai langkah memitigasi risiko di masa depan.

1. Lakukan riset sebelum investasi

Hal pertama yang wajib dilakukan calon investor sebelum memulai adalah melakukan riset terkait aset kripto. Sebagai calon investor, Anda harus memahami mekanisme pasar aset kripto.

Selain itu, Anda juga harus memahami bahwa kemampuan instrumen aset kripto memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat adalah mitos. Sebab, tiap instrumen investasi pasti punya risiko masing-masing.

Oleh karena itu, pahami risiko dan mekanisme pasar sebelum memulai. Jangan lupa untuk menyiapkan rencana investasi secara matang dengan menentukan batasan dana yang digunakan. Dengan begitu, dana investasi Anda tidak mengganggu kebutuhan harian.

Anda pun bisa menciptakan jaring pengaman untuk masa depan lewat investasi Bitcoin secara terencana dan terukur.

2. Gunakan uang dingin

Agar aman berinvestasi di aset kripto, Anda bisa menggunakan “uang dingin”. Adapun istilah uang dingin merujuk pada dana yang tidak terpakai setelah pemasukan Anda dikurangi semua biaya pokok, seperti uang belanja, cicilan atau biaya sewa tempat tinggal, biaya sekolah anak, asuransi, serta tabungan. Singkatnya, uang dingin merupakan “uang nganggur” yang tersisa setelah digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Dengan menggunakan uang dingin, Anda akan terhindar dari masalah arus kas jika nilai Bitcoin mengalami penurunan.

Saat investasi Bitcoin, Anda juga dilarang menggunakan dana yang berasal dari utang. Pasalnya, hal ini akan memberatkan Anda saat harga aset kripto anjlok.

Jangan pula membeli aset kripto dalam jumlah besar dalam sekali waktu. Sebagai gantinya, Anda bisa memecah modal investasi ke beberapa aset atau membeli aset kripto sedikit demi sedikit.

3. Memulai dengan modal kecil

Sebetulnya, Anda tidak perlu dana besar untuk memulai investasi Bitcoin atau aset kripto lain. Anda bisa berinvestasi sedikit demi sedikit secara konsisten. Dengan cara ini, Anda bisa menikmati hasil sekaligus meminimalisasi kerugian bila nilainya turun.

Anda bisa memulai berinvestasi aset kripto dengan modal kecil di platform crypto exchange seperti Luno Indonesia. Platform ini bisa diakses melalui aplikasi mobile atau website.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Bitcoin: Definisi, Cara Kerja, dan Keunikannya

Luno Indonesia memungkinkan Anda dapat melakukan investasi Bitcoin mulai dari Rp 25.000 saja. Harga ini sama dengan segelas es kopi susu yang dijual di kafe kekinian.

Melalui Luno, Anda bisa mulai menyisihkan uang jajan untuk es kopi susu setiap minggu untuk investasi Bitcoin atau aset kripto lain.

Anda juga bisa belajar investasi aset kripto dengan biaya murah lewat platform tersebut.

Selain itu, biaya langganan di Luno juga cukup terjangkau, yakni hanya 1,1 persen. Bila masih pemula, Anda tak perlu khawatir karena fitur yang tersedia di platform Luno cukup mudah dipahami.

Soal keamanan dan legalitas, Anda pun tak perlu khawatir karena Luno Indonesia sudah terdaftar di Bappebti.

Itulah tiga strategi yang bisa dipakai dalam memulai investasi Bitcoin. Selamat mencoba.

Disclaimer:

Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi tentang kripto, bukan rekomendasi atau ajakan investasi. Untuk mengambil keputusan terbaik dalam berinvestasi, harap lakukan riset yang mendalam sesuai kebutuhan Anda dan pahami risiko yang mungkin terjadi dalam investasi kripto.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.