Sidang Putusan Homologasi Ditunda, Garuda Indonesia Tetap Jalankan Rencana Bisnis

Kompas.com - 21/06/2022, 09:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan tetap menjalankan rencana bisnisnya walaupun pengesahan sidang homologasi atas proposal perdamaian dengan kreditor dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ditunda.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya akan tetap menjalankan semua rencana bisnis termasuk mempersiapkan pesawat dan menyelesaikan persoalan administrasi dengan seluruh kreditor.

"Walaupun nanti akan ada penundaan dari sisi penandatanganan dari kesepakatan-kesepakatan itu, harusnya tidak ada yang fundamental dari keputusan ini," kata dia kepada media di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/6/2022).

Baca juga: Terungkap, Utang Garuda Indonesia ke Boeing Capai Rp 10 Triliun

Ia menambahkan, dengan adanya penundaan ini pihaknya secara resmi belum dapat menyatakan dan menetapkan semua rencana bisnisnya.

Seperti diberitakan, Irfan membeberkan, ke depannya maskapai pelat merah ini akan fokus melayani penerbangan pada rute-rute yang menguntungkan.

Selain itu, perusahaan hanya akan menggunakan jenis-jenis pesawat yang sesuai dengan fokus bisnis perseroan.

"Kami ingin memastikan Garuda ke depannya menghasilkan keuntungan, bukan lagi terbang ke mana-mana, bukan lagi punya pesawat beragam. Bisa menjadi perusahaan yang membanggakan bukan karena ada di mana-mana, tapi karena memang perusahaan yang pantas dibanggakan sebab secara terus-menerus konsisten menghasilkan keuntungan," ungkap Irfan dalam konferensi pers di Kantor Garuda Indonesia, Jumat (17/6/2022).

Ia menjelaskan, untuk menghasilkan keuntungan Garuda Indonesia akan fokus melayani rute penerbangan domestik. Meski demikian, tetap akan ada yang dioperasikan untuk rute internasional yang memang secara perhitungan menguntungkan bagi perseroan.

"Kami akan tetap melayani rute internasional, umroh, haji, tapi tentu saja kami juga akan fokus ke kargo. Jadi rute-rute internasional ini hanya akan kita terbangkan kalau menguntungkan," katanya.

Selain itu, pada rencana bisnis usai proposal perdamaian disetujui kreditor, maskapai pelat merah tersebut akan menambah jumlah pesawat yang laik terbang (serviceable), sehingga nantinya akan beroperasi dengan 70 unit pesawat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.