OJK: Agar Tak Terjerat Pinjol Ilegal, "Emak-emak" UMKM Harus Dapat Akses Pinjaman Legal

Kompas.com - 24/06/2022, 07:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ibu-ibu pelaku UMKM saat ini banyak terjerat pembiayaan yang ilegal. Adapun, ibu-ibu tersebut biasanya terjerat rentenir atau pinjaman online yang tidak berizin (pinjol ilegal).

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mengatakan, salah satu tugas lembaga ini adalah melindungi konsumen dan masyarakat.

"Padahal mereka sangat produktif dan yield-nya bagus. Hasil bisnisnya juga bagus. Namun, ketika terjebak rentenir atau pinjaman online ilegal maka menjadi berantakan," kata dia dalam peluncuran Program Literasi Keuangan #IbuBerbagi Bijak 2022, Kamis (23/6/2022).

Baca juga: Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Ia menambahkan, untuk dapat terhindar dari jerat rentenir dan pinjaman online ilegal, OJK telah memberikan fasilitas untuk masyarakat.

"Untuk menghindari pinjaman online yang ilegal, pastikan ibu-ibu semua dan UMKM milik perempuan itu kalau pinjam ke badan yang berizin OJK," jelas dia.

Sarjito menjelaskan, pinjaman online ilegal dapat diketahui dengan melakukan pengecekan pada website ojk.go.id. Selain itu, ibu-ibu bisa juga melakukan melakukan panggilan pada nomor telepon 157 dan mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp 081157157157.

Baca juga: Jangan Terjebak, Ini Modus yang Kerap Digunakan Pinjol Ilegal

Di Indonesia, sudah terdapat banyak daerah yang telah didorong dengan adanya tim percepatan akses keuangan daerah oleh OJK. Sarjito menyebut, sudah banyak daerah yang melakukan pembiayaan melawan rentenir.

"Dengan demikian, pemerintah daerah bersama dengan bank daerah sudah bersama-sama melawan rentenir agar ibu-ibu dan pelaku UMKM perempuan itu bisa memperoleh pembiayaan yang paling wajar," ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan selalu mengedukasi ibu-ibu dan masyarakat pada umumnya agar dalam melakukan pembiayaan melalui produk yang legal, baik yang dalam ranah OJK ataupun dari peraturan pemerintah lainnya.

"Kami mengedukasi agar ibu-ibu dapat berdaya guna mendukung ekonomi, menjadi backbone ekonomi Indonesia. Bahwa UMKM menjadi bukti menopang PDB kita dan menjadi backbone ekonomi Indonesia," tandas dia.

Baca juga: Mengenal Lagi Social Engineering, Praktik Penipuan yang Lagi Marak Incar Nasabah Bank

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Whats New
Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Whats New
Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Didominasi Generasi Muda, Investor Pasar Modal Indonesia Mencapai 9 Juta

Whats New
Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Pluang: Inklusi Finansial Masih Jauh Tertinggal dari Inklusi Digital

Whats New
Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Pastikan Daging Kerbau Impor Bebas PMK, Bulog Kirim Tim ke India

Whats New
Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Komisi VI DPR Dukung BNI dan Jamkrindo Fasilitasi Petani Bogor Ekspor Tanaman ke Belanda

Whats New
Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Ini Daftar 12 Outlet Holywings di Jakarta yang Izin Usahanya Dicabut

Whats New
Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Garuda Diminta Fokus Layani Penerbangan Domestik, Erick Thohir: Ngapain Kita Bisnis Gaya-gayaan...

Whats New
Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Dari Pelonggaran PPKM hingga Peningkatan Permintaan GrabCar, Ekonomi Mulai Pulih?

Work Smart
3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

3 Persen Kreditur Garuda Tak Setujui Restrukturisasi, Erick Thohir: Mungkin Akan Tertinggal Pembayarannya

Whats New
Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Tetap Ingin Berkurban Meski Ada Wabah PMK? Simak Aturannya

Whats New
Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Menperin Ajak Perusahaan Asal Prefektur Aichi Investasi di Indonesia

Rilis
Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Rincian Biaya Admin BRI Tabungan BritAma hingga Simpedes

Spend Smart
Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Perkuat Sistem Perpajakan, Indonesia Dapat Pinjaman Rp 11 Triliun dari Bank Dunia

Whats New
Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.