Mandiri Sekuritas Perkirakan IHSG Bisa Sentuh Level 7.800 di Akhir 2022

Kompas.com - 24/06/2022, 15:31 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mandiri Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menyentuh level 7.800 di akhir tahun ini. Hal tersebut, dinilai berkat pemulihan pandemi Covid-19 yang semakin baik menuju endemi, serta kondisi ekonomi domestik yang perlahan mulai pulih.

Head of Equity Analyst Mandiri Sekuritas Adrian Joezer mengatakan, beberapa sentimen lain yang mendorong pergerakan IHSG di tahun ini, seperti juga pertumbuhan Earning per Share (EPS/laba bersih dibagi jumlah saham beredar sebuah perusahaan) yang di atas 20 persen.

Selain itu, adanya commodity boom yang diharapkan meningkatkan konsumsi, dan memicu terjadinya capex cycle serta labor rehiring pada Semester II 2022.

“Kami memproyeksikan IHSG dapat mencapai 7.800 di akhir tahun 2022. Ini didukung oleh faktor ketahanan ekonomi Indonesia terhadap external risks, seperti neraca perdagangan kuat, external debt to GDP sehat, kondisi likuiditas domestik yang baik, dan juga tingkat inflasi yang masih terjaga meskipun dalam pergerakan yang naik,” ujar Adrian dalam siaran pers, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: YLKI Sarankan Layanan COD Dihapus, Ini Respons Tokopedia hingga Shopee

Faktor lainnya, termasuk laba operasional perusahaan tumbuh sebesar 40 persen year on year pada Kuartal I-2022. Menurut dia, kinerja yang baik ini mengidikasikan kinerja di Kuartal II-2022 juga akan bertumbuh, terutama mempertimbangkan data selama Ramadan.

Di sisi lain, volatilitas global diproyeksikan masih terus berlangsung, namun dengan valuasi saham yang tidak terlalu mahal, pertumbuhan EPS yang tinggi, kondisi likuiditas domestik yang kuat didukung oleh neraca perdagangan yang positive, serta real yield yang masih positif dan tinggi relative ke negara-negara lain, membuat Indonesia lebih resilient menghadapi risiko eksternal.

Untuk pasar obligasi, Head of Fixed Income Analyst Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengungkapkan, pasar obligasi Indonesia mengalami kenaikan yield akibat foreign fund outflow.

Namun, dukungan investor domestik untuk obligasi pemerintah yang tinggi membuat pasar obligasi Indonesia cukup resilient, dimana kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara Emerging Market lainnya.

“Dukungan investor domestik kepada obligasi pemerintah akan terus solid karena faktor likuiditas rupiah yang masih melimpah. Secara umum, terjadi pertumbuhan pada kredit perbankan,” jelas Handy.

Baca juga: Beli Minyak Goreng Curah Akan Dibatasi Maksimal 10 Kg Per NIK Per Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.