Dua Tersangka KSP Indosurya Bebas, Nasabah Diminta Tidak Perlu Khawatir

Kompas.com - 27/06/2022, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum korban penipuan dan penggelapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta mengimbau nasabah tidak perlu khawatir terkait pembebasan dua tersangka yakni Ketua KSP Indosurya, yaitu Cipta Henry Surya dan Head Admin Indosurya June Indria. Kedua tersangka tersebut dibebaskan pada Jumat (24/6/2022).

Kuasa hukum korban dari PrastowoRMA Law Office Ruth M. Simamora mengatakan banyak nasabah yang khawatir dengan banyaknya kabar yang simpang siur dan tidak benar perihal bebasnya Henry Surya dan June Indria.

"Kami sebagai kuasa hukum telah memberikan penjelasan sebagaimana diatur dalam KUHAP. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga menunggu langkah dan sikap tegas pihak kejaksaan agar terhadap perkara ini dapat segera P21," kata dia kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Kuasa Hukum: Tersangka DPO di Kasus KSP Indosurya Tetap Harus Ditahan Dahulu

Ia menambahkan, Bareskrim Polri telah meminta Dirjen Imigrasi mencekal Henry Surya dan June Indria agar tidak dapat pergi ke luar negeri.

"Jadi kami harap dengan dibebaskannya Henry Surya tidak akan mempengaruhi proses penyidikan yang berjalan," imbuh dia.

Ruth menjelaskan, pihak Kejaksaan Agung juga terus berupaya agar perkara pidana terkait Henry Surya dapat segera lengkap (P21).

Kuasa hukum nasabah korban KSP Indosurya mengimbau semua korban ikut menyerukan permintaan kepada pihak Bareskrim dan Kejaksaan agar dapat mempercepat proses tersebut.

"Hal lainnya agar para korban selalu waspada di dalam mengikuti asosiasi atau koperasi baru yang tidak dikawal oleh kuasa hukum bersama yang dikoordinasi oleh kami," ucap dia.

Ruth mengungkapkan, pembebasan dari tahanan bukan berarti berarti bebas dari hukum, karena perkara masih dalam proses penyidikan dan pihak Bareskrim masih melengkapi berkas yang diminta Kejaksaan.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus KSP Indosurya Bebas, Perkaranya Tetap Berjalan

Adapun ia mengurai jangka waktu penahanan ditingkat penyidikan telah diatur dalam pasal 24 dan 29 KUHAP, yaitu maksimal selama 120 hari. Sementara, dua tersangka KSP Indosurya telah ditahan sejak tanggal 25 Februari 2022.

"Oleh karena itu, 120 hari setelahnya, atau yang kami hitung jatuh pada tanggal 25 Juni 2022, tersangka harus dibebaskan, memang karena jangka waktu penahanan ditingkat penyidikan telah maksimal dan tidak dapat diperpanjang lagi," kata dia

"Jadi bebasnya tersangka bukan karena putusan Kejagung, tapi karena memang batas waktu penahanannya telah maksimal," tandas dia.

Baca juga: Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

APJII Dorong Program Pemerataan Layanan Telekomunikasi Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

Whats New
Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Inflasi Masih 4,94 Persen, Jokowi: Didukung oleh Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik

Whats New
Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Ekonomi Global Melambat, Analis: Indonesia Minim Risiko Resesi

Whats New
Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Laba PLN Melonjak Jadi Rp 17,4 Triliun, Stafsus Erick Thohir: BUMN Berada di Jalur yang Benar

Whats New
Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Penurunan Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 336,7 Triliun Dinilai Tidak Rugikan Pertamina

Whats New
IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Kembali Dekati 7.200

Whats New
BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru Hari Ini, Apa Saja?

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Whats New
Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Work Smart
Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

BrandzView
Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Work Smart
Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.