Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nasib 6 Juta Pekerja Tembakau, Bertahan dari Isu Kesehatan hingga Lingkungan

Kompas.com - 27/06/2022, 22:00 WIB
Ade Miranti Karunia,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN-APTI) Soeseno menjelaskan, saat ini komoditas tembakau tak hanya diterjang isu kesehatan melainkan juga isu lingkungan.

Padahal menurutnya, tembakau punya kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Salah satunya penyerapan kerja. Soeseno bilang, saat ini setidaknya terdapat lebih dari 6 juta tenaga kerja pada ekosistem industri tembakau.

Baca juga: Komnas Pengendalian Tembakau: Jika Masih Merokok, Generasi Emas Berubah Jadi Generasi Cemas pada 2045

Kampanye negatif yang terus mendesak regulasi ekosistem tembakau yang ketat akan berdampak terhadap 6 juta masyarakat yang bekerja di ekosistem tersebut, baik secara ekonomi maupun sosial budaya.

"Apalagi sejumlah regulasi baik di tingkatan nasional dan regional juga memiliki dampak negatif kepada petani tembakau di sisi hulu ekosistem pertembakauan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Komnas Pengendalian Tembakau: Beberapa Warung Bolehkan Masyarakat Berutang Saat Beli Rokok

Sebab di beberapa wilayah Indonesia, lanjut dia, tembakau telah menjadi bagian dari budaya dan merupakan warisan turun-temurun. Termasuk pengaruh narasi kenaikan cukai tinggi yang pasti akan berpengaruh kepada mata rantai ekosistem tembakau.

"Di wilayah Madura salah satunya. Tembakau bagi masyarakat Madura merupakan kultur budaya warisan leluhur. Pulau Garam sebagai salah satu jantung pertembakauan nasional juga harus tetap hidup," sambungnya.

Baca juga: Komnas Pengendalian Tembakau: Rokok Masih Jadi Primadona Masyarakat Miskin

Sementara Ketua APTI Pamekasan Samukrah mengungkapkan, petani tembakau di Pamekasan sudah dua kali gagal tanam karena hujan. Akibatnya saat ini luas tanam tembakau di Pamekasan berkurang drastis.

Tahun lalu, terdapat 24.000 hektar lahan tembakau tertanam. Kini, hanya tersisa 15.000 hektar lahan, dengan lahan tertanam seluas 1.400 hektar. Pamekasan merupakan salah satu sentra produksi tembakau di Jawa Timur dengan kontribusi hingga 60 persen.

Baca juga: Laba Bersih Produsen Tembakau Ini Melonjak 94,4 Persen di Kuartal I-2022

Ia pun berharap agar cuaca ke depan bisa lebih kondusif termasuk juga tidak adanya lagi tekanan-tekanan terhadap industri tembakau, sehingga di tahun ini panen tembakau diharapkan baik dan terserap dengan baik untuk kesejahteraan petani.

Dukungan nyata dari pemerintah pusat dan daerah tentunya diperlukan bagi para petani tembakau terlebih dalam menghadapi ketidakpastian cuaca, dan kampanye negatif yang menyudutkan komoditas ini. Terlebih sampai saat ini belum adanya tanaman lain yang dapat menggantikan nilai ekonomis sebesar tanaman tembakau.

Baca juga: Industri Tembakau Dicap Dosa Besar, DPR Ingatkan Pemerintah Kontribusinya ke Negara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com