Sepanjang Juni 2022, 264 Pesawat Dilaporkan Batal Mendarat di Indonesia

Kompas.com - 04/07/2022, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Rosedi mengatakan, sepanjang periode Juni 2022, tercatat 264 pesawat batal mendarat di seluruh bandara di Indonesia.

"Angka tersebut merupakan akumulasi jumlah kejadian Go Around dan kejadian Divert penerbangan ke bandara alternatif setelah batal mendarat," kata Rosedi dalam keterangannya, Senin (4/7/2022).

Rosedi mengatakan, pesawat batal mendarat bisa terjadi akibat beberapa faktor seperti gangguan cuaca, kendala teknis dan kondisi runway.

Baca juga: Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Ia mencontohkan, dalam kondisi hujan lebat terjadi penurunan jarak pandang visual.

Hal ini, kata dia, membuat pesawat tak bisa melihat runway untuk mendarat pada jarak tertentu, sehingga pilot tidak boleh melanjutkan proses pendaratan tersebut.

"Jadi pembatalan pendaratan yang terjadi bukan karena kesengajaan. Namun merupakan hal yang harus dilakukan untuk keselamatan," ujarnya.

Rosedi menjelaskan, pesawat batal mendarat karena faktor cuaca dapat memilih untuk menunggu di udara (holding) sampai dengan cuaca membaik, atau beralih (divert) ke bandara terdekat sesuai dengan yang tercatat pada flightplan masing-masing penerbangan.

Baca juga: 3 Alasan Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Sementara itu, pesawat batal mendarat akibat kendala teknis dapat langsung melakukan proses pendaratan ulang sesuai dengan prosedur yang berlaku di masing-masing bandara dengan panduan oleh petugas ATC AirNav Indonesia di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, Rosedi mengatakan, pembatalan pendaratan penerbangan tidak berdampak pada jadwal penerbangan selanjutnya karena masing-masing penerbangan memiliki slot time individual.

"Serta adanya rotasi penggunaan pesawat yang sama oleh penerbangan tersebut," ucap dia.

Baca juga: Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.