Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Kompas.com - 04/07/2022, 22:33 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengapresiasi pencapaian Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang berakhir pada 30 Juni 2022, dengan pencapaian harta yang diungkap Rp 594,82 triliun.

Selain itu dalam program lanjutan Tax Amnesty tersebut, negara juga menerima pembayaran kewajiban pajak dalam bentuk pajak penghasilan (PPh) Rp 61,01 triliun.

"Hasil ini adalah hasil yang baik dalam arti kata walaupun sudah dilakukan pengampunan pajak atau tax amnesty pada 2016, ternyata masih bisa menghimpun pengungkapan sukarela sampai Rp 594,82 triliun," ucap Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dikutip dari Antara, Senin (4/7/2022).

Oleh karena itu ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengusaha yang secara aktif berpartisipasi mendukung Program PPS kali ini, serta mengucapkan selamat kepada pemerintah, khususnya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang bersama seluruh tim Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah bekerja keras menyelesaikan Program PPS.

Baca juga: Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Dengan telah dilaksanakannya PPS pada 2022 dan pengampunan pajak pada 2016, Apindo berharap data wajib pajak akan semakin baik karena pengungkapan seluruh harta sudah dilaksanakan secara menyeluruh.

Dari sisi wajib pajak, diharapkan juga lebih memiliki landasan untuk bisa berkembang dalam segi usaha ataupun profesinya.

"Ini yang kami harapkan sehingga terbangun saling percaya di antara wajib pajak dengan negara," tuturnya.

Selain itu Hariyadi juga berharap hasil yang baik dari PPS tahun ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk pembangunan negara ke depan sehingga fundamental untuk peningkatan rasio pajak atau tax ratio akan ikut menjadi lebih baik.

Baca juga: Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Selama Program PPS berlangsung, Apindo menjadi pendukung utama melalui rangkaian sesi sosialisasi yang dilaksanakan simultan sejak 2021. Apindo juga secara aktif mengimbau mitra asosiasi sektoral, dan seluruh anggota untuk berpartisipasi dalam PPS.

Jadi contoh

Sementara itu Wakil Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani berharap para pengusaha yang telah mengikuti PPS dapat menjadi role model atau panutan dalam kepatuhan terhadap regulasi, khususnya perpajakan.

Untuk membangun Indonesia yang tangguh, diperlukan partisipasi semua elemen masyarakat tak terkecuali para pengusaha yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Para pelaku usaha memiliki andil dalam mewujudkan upaya perbaikan defisit anggaran dan peningkatan rasio pajak dengan berpartisipasi dalam PPS sebagai bentuk kebijakan fiskal pemerintah," ujar Shinta di kesempatan yang sama.

Baca juga: Mengintip Besaran Gaji Sipir Penjara Lulusan SMA di Kemenkumham

Apalagi, sambung dia, PPS merupakan salah satu mandat dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang patut didukung para pengusaha.

Apindo akan senantiasa memberikan masukan atas kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang baik di masa mendatang.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan Apindo untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan dan berkesinambungan melalui sinergi pengusaha yang bergabung di Apindo, termasuk berperan aktif dalam program dan kebijakan pemerintah.

"Program PPS ini menunjukkan sinergisitas yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha," ucap dia.

Baca juga: Pendiri PT GSI Blak-blakan Awal Mula Bisnis PCR dan Keterlibatan Luhut

Dengan hasil yang baik dari PPS, Shinta juga berharap pemerintah bisa memperhatikan bahwa banyak pelaku usaha yang masih membutuhkan dukungan untuk bisa lebih baik, meningkatkan daya saing, dan perbaikan dari sisi investasi dalam proses pemulihan ekonomi dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

Meski Indonesia dalam kondisi yang jauh lebih baik dari banyak negara di dunia, tetapi insentif yang diberikan pemerintah tetap sangat berdampak bagi para pelaku usaha di Tanah Air.

"Harapan kami berbagai masukan yang disampaikan bisa diterima oleh pemerintah dan kita bisa terus bekerja sama menghadapi turbulensi yang kemungkinan akan terjadi di depan kita. Kita harus mengantisipasi ini, jadi kita perlu lebih lagi meningkatkan kerja sama pelaku usaha dan pemerintah," tegas Shinta.

Baca juga: Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Kata Menhub soal Penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Kata Menhub soal Penambahan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Whats New
Ganjar Sebut IKN Tak Harus Andalkan Investor, Pengamat: Kalau Saling Menunggu, Ya Tidak Jadi Dibangun...

Ganjar Sebut IKN Tak Harus Andalkan Investor, Pengamat: Kalau Saling Menunggu, Ya Tidak Jadi Dibangun...

Whats New
Di Hadapan Pengusaha, Anies Baswedan: BUMN Tidak Boleh Mematikan Swasta...

Di Hadapan Pengusaha, Anies Baswedan: BUMN Tidak Boleh Mematikan Swasta...

Whats New
Dipicu Diskon, Penjualan Eceran Meningkat hingga November 2023

Dipicu Diskon, Penjualan Eceran Meningkat hingga November 2023

Whats New
TikTok Shop “Come Back”, Pelanggan Sudah Bisa Belanja 12.12

TikTok Shop “Come Back”, Pelanggan Sudah Bisa Belanja 12.12

Whats New
Saham GOTO Malah Anjlok Setelah TikTok Resmi Masuk Tokopedia, Ini Sebabnya Kata Analis

Saham GOTO Malah Anjlok Setelah TikTok Resmi Masuk Tokopedia, Ini Sebabnya Kata Analis

Whats New
Per November 2023, Pemerintah Kantongi Rp 16,24 Triliun dari Pajak Digital

Per November 2023, Pemerintah Kantongi Rp 16,24 Triliun dari Pajak Digital

Whats New
TikTok Shop Buka Lagi, Manajemen Surati Mantan 'Seller' untuk Kembali Berjualan

TikTok Shop Buka Lagi, Manajemen Surati Mantan "Seller" untuk Kembali Berjualan

Whats New
Wujudkan Indonesia Maju 2045, PT PII Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia melalui Skema Creative Financing

Wujudkan Indonesia Maju 2045, PT PII Dukung Pembangunan Infrastruktur Indonesia melalui Skema Creative Financing

Whats New
TikTok-GoTo Resmi Berkongsi, Menkop: Jangan Jual Barang Impor Ilegal

TikTok-GoTo Resmi Berkongsi, Menkop: Jangan Jual Barang Impor Ilegal

Whats New
Cak Imin Kritik Kartu Prakerja, Manajemen: Kita Tidak Melatih Orang Menonton YouTube

Cak Imin Kritik Kartu Prakerja, Manajemen: Kita Tidak Melatih Orang Menonton YouTube

Whats New
Efisiensi Logistik lewat Teknologi Digital, Manfaat dan Tantangannya

Efisiensi Logistik lewat Teknologi Digital, Manfaat dan Tantangannya

Whats New
Budaya Kerja Positif Kunci Sukses Perusahaan

Budaya Kerja Positif Kunci Sukses Perusahaan

Whats New
Digitalisasi Berkembang Pesat, Ini Kiat untuk Menguatkan Keamanan Cloud

Digitalisasi Berkembang Pesat, Ini Kiat untuk Menguatkan Keamanan Cloud

Whats New
Tips Memilih Produk Asuransi dari OJK, Ini yang Harus Diperhatikan

Tips Memilih Produk Asuransi dari OJK, Ini yang Harus Diperhatikan

Earn Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com