Rupiah Sempat Tembus 15.000, Pengusaha: Mengkhawatirkan Kami, Kalau Berlanjut Bisa Alami Krisis Arus Kas

Kompas.com - 07/07/2022, 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa waktu terakhir telah berdampak pada pelaku usaha, khususnya sisi produksi.

Pengusaha mengaku khawatir jika pelemahan ini terus berlanjut akan berdampak signifikan pada arus kas.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (7/7/2022), pukul 10.00 WIB nilai tukar rupiah di pasar spot berada di level Rp 14.972 per dollar AS. Pada perdangan kemarin, bahkan sudah sempat menembus level Rp 15.000 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Rupiah Kembali ke Level Rp 14.900

Wakil Ketua Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pelemahan kurs rupiah cukup berpengaruh pada industri-industri yang memiliki tingkat impor bahan baku atau bahan penolong yang tinggi untuk kebutuhan produksinya. Lantaran, menjadi lebih mahal biaya pembeliannya.

"Pelemahan yang semakin parah beberapa hari terakhir, meskipun secara komparatif masih lebih landai dibandingkan negara tetangga, tetap sangat mengkhawatirkan kami. Kalau pelemahan berlanjut terus, perusahaan bisa mengalami krisis cashflow (arus kas)," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (7/7/2022).

Shinta mengaku, tak banyak yang bisa dilakukan pelaku usaha untuk mengatasi pelemahan rupiah. Ia bilang, pelaku usaha hanya bisa mengantisipasi dengan menindakatkan cadangan valuta asing (valas) pada arus kasnya atau bila memungkinkan menunda konversi ke mata uang dollar AS untuk pembayaran.

Selain itu, pelaku usaha juga mengupayakan melakukan transaksi dengan mata uang selain dollar AS, khususnya pada negara-negara yang sudah memiliki skema Local Currency Settlement (LCS) dengan Indonesia. Lewat LCS ini pelaku usaha antar kedua negara bisa bertransaksi dengan mata uang lokal masing-masing.

"Kami mengupayakan transaksi dalam mata uang selain USD, khususnya dengan negara-negara di mana Indonesia sudah memiliki skema LCS, meskipun tidak semua supplier/buyers mau bertransaksi dengan LCS," jelas Shinta.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kalangan dunia usaha belum dapat memproyeksi sampai kapan depresiasi nilai tukar rupiah berlangsung. Menurut dia, pelemahan rupiah masih bisa terus terjadi selama kondisi geopolitik global masih belum selesai, seperti perang Rusia dan Ukraina.

Terlebih saat ini masih dipengaruhi dengan kondisi disrupsi rantai pasok dan volatilitas di pasar komoditas global yang masih rentan sehingga menciptakan kelangkaan pangan maupun kenaikan harga energi.

Selain itu, masih terdapat risiko inflasi yang tinggi masih menghantui potensi pertumbuhan ekonomi global, khususnya ketahanan ekonomi negara-negara berkembang.

"Karena itu kami harap pemerintah terus vigilant (waspada) memantau dan menciptakan intervensi-intervensi yang diperlukan untuk menciptakan stabilitas makro dan stabilitas atau penguatan nilai tukar," pungkas dia.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 15.000 per Dollar AS, Apa Dampaknya ke Perekonomian Indonesia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Tips untuk Menghindarinya

Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Tips untuk Menghindarinya

Whats New
Komut PTPP Minta Proyek di Jakarta dan Tangerang Rampung Lebih Cepat dari Target

Komut PTPP Minta Proyek di Jakarta dan Tangerang Rampung Lebih Cepat dari Target

Whats New
Usaha Modifikasi Mobil Terus Bertumbuh, Menko Airlangga: Bisa Topang Perekonomian

Usaha Modifikasi Mobil Terus Bertumbuh, Menko Airlangga: Bisa Topang Perekonomian

Whats New
Syarat dan Cara Buka Tabungan Emas Pegadaian 2022

Syarat dan Cara Buka Tabungan Emas Pegadaian 2022

Spend Smart
Harga Turun, Simak Rincian Harga BBM Terbaru SPBU Vivo Per 1 Oktober

Harga Turun, Simak Rincian Harga BBM Terbaru SPBU Vivo Per 1 Oktober

Whats New
Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 yang Cair Senin Depan

Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 yang Cair Senin Depan

Whats New
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, ASN Diingatkan untuk Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, ASN Diingatkan untuk Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Whats New
Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Whats New
Menaker Tinjau Penyaluran  BSU Nakes RS di Jawa Timur

Menaker Tinjau Penyaluran BSU Nakes RS di Jawa Timur

Whats New
Kementerian ESDM Apresiasi Perusahaan yang Terapkan Teknik Pertambangan yang Baik

Kementerian ESDM Apresiasi Perusahaan yang Terapkan Teknik Pertambangan yang Baik

Whats New
Perbandingan Harga BBM Terbaru, Pertamax Turun, Vivo Revvo 92 dan Shell Super Ikutan Turun

Perbandingan Harga BBM Terbaru, Pertamax Turun, Vivo Revvo 92 dan Shell Super Ikutan Turun

Whats New
Update Harga BBM Terbaru di Semua SPBU per Oktober 2022

Update Harga BBM Terbaru di Semua SPBU per Oktober 2022

Whats New
Mulai November 2022, Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah

Mulai November 2022, Bandara Kertajati Layani 4 Penerbangan Umrah

Whats New
Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.