Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Subsidi Energi Bisa Makin Bengkak akibat Pelemahan Rupiah

Kompas.com - 08/07/2022, 14:44 WIB
Yoga Sukmana

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah menembus level Rp 15.000 pada Rabu (6/7/2022). Pelemahan rupiah ini dikhawatirkan akan berdampak pada risiko membengkaknya subsidi energi khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik serta beban utang luar negeri.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah di tahun ini diperkirakan berdampak relatif signifikan, terutama berkaitan dengan subsidi energi, setelah harga minyak dunia melewati asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan 63 dollar AS per barel.

Asal tahu saja, Kamis (7/7/2022) pukul 7.42 WIB, harga minyak WTI kontrak Agustus 2022 di New York Mercantile Exchange turun 0,35 persen ke 98,18 dollar AS per barel. Sedangkan harga minyak Brent kontrak September 2022 di ICE Futures turun 0,48 persen ke 100,21 dollar AS per barel.

Baca juga: Jokowi Tanya soal Harga BBM: Kalau Naik, Setuju?

“Pelemahan nilai tukar diproyeksi juga akan ikut meningkatkan subsidi energi di tahun 2022. Kondisi ini tentunya akan menggerus kapasitas dari APBN untuk belanja yang lebih produktif,” tutur Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (7/7/2022).

Meski begitu, Josua mengatakan hingga Mei 2022, penerimaan pemerintah masih relatif tinggi di tengah tekanan subsidi energi sejak bulan Februari. Hal ini mengindikasikan bahwa APBN masih relatif kuat menghadapi shock dari membengkaknya subsidi energi.

Mengingat satu bulan terakhir minyak global cenderung turun, sehingga diperkirakan mampu menahan laju kenaikan subsidi energi ke depannya.

Baca juga: Dilema Ekonomi RI: Mulai Pulih dari Pandemi, Malah Diadang Inflasi dan Pelemahan Rupiah

Sementara itu, jika ditinjau dampaknya kepada utang pemerintah, dia mengatakan seiring dengan utang pemerintah yang didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) rupiah, maka dampaknya relatif terbatas pada kenaikan bunga utang.

“Namun, pelemahan rupiah justru berdampak negatif pada demand SBN secara umum, sehingga bila pelemahan rupiah terus berlanjut, maka realisasi pembiayaan cenderung terhambat di tahun 2022,” imbuhnya. (Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli)

Baca juga: Rupiah Sempat Tembus 15.000, Pengusaha: Mengkhawatirkan Kami, Kalau Berlanjut Bisa Alami Krisis Arus Kas

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Picu Subsidi Energi Membengkak

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

Whats New
BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

Whats New
AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com