Emiten Properti Lirik Peluang Bisnis di IKN Nusantara

Kompas.com - 08/07/2022, 19:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten pengembang real estate bebasis di Balikpapan, Kalimantan Timur, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) bakal memaksimalkan peluang rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kaltim.

Direktur KBAG Budi Hariyanto Hartono mengatakan IKN Nusantara di Kaltim bisa menjadi peluang bagi bisnis properti.

Namun ia mengakui tantangan saat ini adalah harga tanah di lokasi pembangunan Ibu Kota baru mulai naik, karena banyak developer yang melakukan pengembangan kawasan residensial di sana.

"Prospek investasi properti yang diprediksi akan menguntungkan di sana adalah residensial dan tanah kavling," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Lebih lanjut ia bilang, perseroan akan meningkatkan kinerja dengan memanfaatkan sejumlah lahan bank atau land bank milik perusahaan demi meraih target bisnis.

KBAG melalui entitas anak disebut memiliki persediaan lahan tanah yang akan dibangun dan dikembangkan menjadi rumah hunian, salah satunya di Balikpapan dengan lahan seluas 32.711 meter persegi.

"Yang saat ini masuk pembangunan tahap kedua dan akan selesai pada Mei 2023," ucap dia.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Dasar IKN Nusantara Masih Pakai Dana APBN

Bukukan kerugian

Di tengah rencana ekspansi yang disiapkan, KBAG tercatat mengalami kerugian hingga kuartal pertama tahun ini, berbanding terbalik dari realisasi kinerja keuangan pada periode yang sama tahun lalu.

Budi melaporkan, pada kuartal pertama tahun ini perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 1,15 miliar, dari laba bersih sebesar Rp 974,1 juta pada kuartal pertama tahun 2021.

Kerugian itu selaras dengan pendapatan KBAG yang merosot dari Rp 6,4 miliar pada kuartal I-2021 menjadi Rp 4,67 miliar pada kuartal I-2022.

Adapun aset KBAG hingga periode tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 461,32 miliar, dengan aset tanah yang belum dikembangkan Rp 61 miliar dan properti investasi Rp 97 miliar.

"Jumlah kewajiban Rp 80,96 miliar, ekuitas Rp 380,35 miliar, sehingga debt equity ratio (DER) kami sangat rendah 0,21 kali," ucap Budi.

Baca juga: Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi di IKN Nusantara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.