Kompas.com - 11/07/2022, 10:49 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga elpiji nonsubsidi tidak hanya berlaku pada Bright Gas, tetapi juga elpiji 12 kilogram (kg). Kenaikan harga tersebut berlaku mulai 10 Juli 2022. 

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut sebesar Rp 2.000 per kg.

"Harga ini masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (10/7/2022). 

Baca juga: Resmi Naik, Ini Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di 34 Provinsi

 

Sementara itu, Pertamina memastikan elpiji subsidi yakni elpiji 3 kg tidak mengalami kenaikan harga. Menurut Pertamina, pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harga elpiji 3 kg.

Kenaikan harga Bright Gas dan elpiji 12 kg dilakukan karena terjadinya kenaikan harga minyak dan gas dunia.

Tercatat, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menyentuh angka 117,62 dollar AS per barel pada Juni 2022, atau naik 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Begitu pula dengan gas, tren harga Contract Price Aramco (CPA) masih tinggi pada bulan Juli ini mencapai 725 dollar AS per Metrik Ton (MT), atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

Oleh karena itu, Pertamina tak hanya menaikkan harga elpiji, tetapi juga menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, dan Dex Series. Penyesuaian harga BBM diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). 

Baca juga: Naik Rp 2.000 Per Kg, Simak Harga Elpiji Bright Gas di 28 Provinsi

Harga baru semua produk berlaku mulai tanggal 10 Juli 2022. Adapun rincian harganya, Pertamax Turbo (RON 98) disesuaikan menjadi Rp 16.200 per liter, atau naik Rp 1.700 per liter dibandingkan sebelumnya Rp 14.500.

Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 16.500, naik Rp 2.800 dibandingkan sebelumnya Rp 13.700 per liter, dan Dexlite (CN 51) menjadi 15.000 per liter naik Rp 2.050 dari sebelumnya Rp 12.950 per liter. Kenaikan harga ini berlaku untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen.

“Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series yang porsinya sekitar 5 persen dari total konsumsi BBM nasional, serta produk elpiji nonsubsidi yang porsinya sekitar 6 persen dari total konsumsi elpiji nasional,” kata Irto.

Baca juga: Tenang, Pertamina Pastikan Harga Pertalite, Solar, dan Elpiji 3 Kg Tidak Naik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.