Pandemi Mereda, Perekonomian Pulih, OJK Wanti-wanti Pelaku Usaha Perkuat Tata Kelola Perusahaan

Kompas.com - 15/07/2022, 06:00 WIB

BADUNG, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan kolaps karena tidak siap menghadapi kondisi yang tiba-tiba berubah drastis.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan bahwa perusahaan harus memiliki tata kelola perusahaan yang siap menghadapi keadaan yang cepat berubah.

Pasalnya, menurut dia, penerapan tata kelola perusahaan yang lemah berkontribusi pada perilaku pengambilan risiko yang tidak hati-hati di sektor keuangan, yang menyebabkan masalah sistemik.

"Praktik tata kelola perusahaan menjadi semakin penting karena lembaga keuangan perlu menyesuaikan model bisnis mereka di lingkungan yang cepat berubah ini. Terutama dengan digitalisasi, persaingan yang kuat, dan keuangan yang berkelanjutan," ujar Wimboh saat acara Joint G20/OECD Corporate Governance Forum di Bali, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: OJK: Sinergi Pemerintah Mampu Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi

Oleh karenanya, begitu kondisi perekonomian mulai pulih seperti saat ini, kata WImboh, perlu untuk membangun tata kelola perusahaan lebih kuat.

"Ini berarti kita perlu memastikan scarring effect diminimalkan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik yang penting dalam menentukan peran dewan dan manajemen dalam bisnis untuk memastikan semua keputusan adalah untuk kepentingan terbaik semua pemangku kepentingan," jelas Wimboh.

Baca juga: Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Bakal Dilaksanakan Minggu Depan, Catat Tanggalnya

Selain itu, menurutnya, penguatan tata kelola perusahaan juga berarti kesiapan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk pemulihan dari pandemi Covid-19 dan memitigasi risiko yang muncul.

Sebab, saat ini seluruh pihak memiliki tujuan yang sama untuk mengatasi tantangan iklim dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan

"Kita harus mendekati prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola secara serius seperti risiko dan peluang bisnis lainnya, untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan," tuturnya.

Baca juga: OJK: Industri Keuangan Non-Bank Berkembang, Pendanaan Fintech Lending Tumbuh 697 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asuransi Perlindungan Cuaca untuk Petani, Preminya mulai Rp 300.000 Per Tahun

Asuransi Perlindungan Cuaca untuk Petani, Preminya mulai Rp 300.000 Per Tahun

Whats New
Mayoritas Digunakan UMKM, Saat Ini Pengguna QRIS Mencapai 23 Juta

Mayoritas Digunakan UMKM, Saat Ini Pengguna QRIS Mencapai 23 Juta

Whats New
Program Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Peserta Bakal Terima Insentif Rp 4,2 Juta

Program Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Peserta Bakal Terima Insentif Rp 4,2 Juta

Whats New
Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Mirae Asset Proyeksi Pelemahan IHSG Berlanjut pada Oktober

Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Mirae Asset Proyeksi Pelemahan IHSG Berlanjut pada Oktober

Whats New
Ada Pembenahan di Stasiun Manggarai, 15 Jadwal KRL Terakhir Dibatalkan Malam Ini

Ada Pembenahan di Stasiun Manggarai, 15 Jadwal KRL Terakhir Dibatalkan Malam Ini

Whats New
Inflasi September Tertinggi Sejak 2014, Ekonom Sebut Bukan Skenario Terburuk

Inflasi September Tertinggi Sejak 2014, Ekonom Sebut Bukan Skenario Terburuk

Whats New
23 Hotel di Bali Siap Sambut Delegasi KTT G20

23 Hotel di Bali Siap Sambut Delegasi KTT G20

Whats New
Kemenaker Gelar Job Fair Virtual di 3 Provinsi, Catat Tanggalnya

Kemenaker Gelar Job Fair Virtual di 3 Provinsi, Catat Tanggalnya

Spend Smart
Simak, 20 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Versi GrabJobs

Simak, 20 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Versi GrabJobs

Rilis
IHSG Parkir di Zona Hijau, Sektor Energi Melesat 2 Persen

IHSG Parkir di Zona Hijau, Sektor Energi Melesat 2 Persen

Whats New
PMI Manufaktur RI 53,7 di September, Airlangga: Adanya Percepatan Pemulihan Ekonomi

PMI Manufaktur RI 53,7 di September, Airlangga: Adanya Percepatan Pemulihan Ekonomi

Whats New
Herman Khaeron Dedikasikan Diri Dampingi 1.000 Pelaku UMKM Jabar agar Naik Kelas

Herman Khaeron Dedikasikan Diri Dampingi 1.000 Pelaku UMKM Jabar agar Naik Kelas

Whats New
Berkat UMKM, Ekonomi Yogyakarta Mampu Pulih dari Pandemi Covid-19

Berkat UMKM, Ekonomi Yogyakarta Mampu Pulih dari Pandemi Covid-19

Whats New
Kuota BBM Bersubsidi Ditambah, Pertalite Jadi 29,91 Juta KL dan Solar 17,83 Juta KL

Kuota BBM Bersubsidi Ditambah, Pertalite Jadi 29,91 Juta KL dan Solar 17,83 Juta KL

Rilis
Targetkan Penanganan 10.000 Hektar Kawasan Kumuh, Ini Strategi Kementerian PUPR

Targetkan Penanganan 10.000 Hektar Kawasan Kumuh, Ini Strategi Kementerian PUPR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.