Said Abdullah
Ketua Badan Anggaran DPR-RI

Ketua Badan Anggaran DPR-RI. Politisi Partai Demoraksi Indonesia Perjuangan.

Hantu Stagflasi dan Ketahanan APBN 2022

Kompas.com - 15/07/2022, 11:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DANA Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia bersahut-sahutan mengabarkan bayangan resesi ekonomi di sejumlah negara tidak terhindarkan lagi hingga tahun depan. Prestasi pemulihan ekonomi oleh sejumlah negara setelah masuk jurang resesi akibat pandemi bertahan hanya beberapa kuartal. Sejumlah negara kini kembali harus menelan datangnya “winter is coming” lebih cepat, lantaran hantaman inflasi dan menurunnya ekonomi.

Congkaknya blok-blok militer menghantarkan Ukraina menjadi area peperangan konvensional, berakibat pada supply shock pangan dan energi global tak terhindarkan. Harga komoditas global terkerek naik, dampaknya inflasi menjalar di banyak negara. Meningkatnya berbagai resiko ekonomi global membuat IMF dan Bank Dunia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga: Inflasi AS Capai 9,1 Persen dan Terbesar sejak 1981, Ini Kata Menkeu AS Janet Yellen

Pada awal tahun 2022, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 4,4 persen. Namun perang di Ukraina mengubah proyeksi itu. Pada April 2022, IMF memperkirakan ekonomi global hanya tumbuh 3,6 persen.

Sejalan dengan IMF, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global semula 4,1 persen. Namun Bank Dunia kembali mengoreksinya, diperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya 2,9 persen.

Empat raksasa ekonomi Eropa, yakni Inggris, Jerman, Prancis dan Italia menghadapi badai inflasi tinggi.

Inflasi Inggris per Mei 2022 mencapai 9,1 persen, tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Hal serupa dialami Jerman, pada Juni 2022 inflasinya mencapai 7,6 persen, sedikit turun dari Mei 2022 yang mencapai 7,9. Angka itu merupakan tertinggi sejak 50 tahun terakhir. Pada Juni 2022 inflasi Prancis kembali naik ke 5,8 persen dari bulan sebelumnya 5,2 persen. Italia juga mengalami tren kenaikan inflasi dari Mei 2022 sebesar 6,8 persen menjadi 8 persen di Juni 2022. Zona Eropa mengalami inflasi 8,6 persen dari sebelumnya 8,1 persen dan April 2022 di 7,4 persen.

Inflasi di Amerika Serikat (AS) pada Juni naik menjadi 9,1 persen dari bulan sebelumnya 8,6 persen, posisi ini mengantarkan AS mencapai inflasi tertinggi sejak 1981. Tren kenaikan inflasi dialami oleh semua negara anggota G20. Hal inilah yang menggerakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua G20 menempuh resiko keamanan bertandang ke Ukraina dan Rusia. Puji syukur Presiden Putin menyetujui permintaan Presiden Joko Widodo untuk membuka akses pangan dan pupuk yang terdisrupsi. Terbaru, Ukraina telah ekspor gandum yang menjadi pangan pokok di sejumlah kawasan seperti Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Respon sejumlah bank sentral negara maju, terutama The Fed dalam pengendalian inflasi dengan mengetatkan kebijakan moneter. Sejak Februari hingga Juni 2022 The Fed mengerek suku bunga acuan hingga 150 basis poin, dari 0,25 persen sampai 1,75 persen. Tampaknya resep suku bunga naik (hawkish) akan tetap dipakai sepanjang tahun ini untuk menaklukkan inflasi dari sisi moneter, meskipun sejauh ini cara ini belum berhasil, sebab core inflation karena tingginya harga energi belum teratasi. Sebaliknya kebijakan ini malah menekan sejumlah mata uang utama dunia lainnya seperti euro, dan yen.

Pedagang sayur di pasar sentral Inhutani Nunukan Kaltara, Yuyun, mengaku konsumen jarang yang membeli kiloan sejak harga naik menjadi Rp 100.000 per kg. Ibu ibu dan penjual kuliner mencampur cabai keriting dalam olahan makanan berbahan sambel merekaKompas.com/Ahmad Dzulviqor Pedagang sayur di pasar sentral Inhutani Nunukan Kaltara, Yuyun, mengaku konsumen jarang yang membeli kiloan sejak harga naik menjadi Rp 100.000 per kg. Ibu ibu dan penjual kuliner mencampur cabai keriting dalam olahan makanan berbahan sambel mereka
Dampak guncangan eksternal ini tengah terasa rembetannya di negeri kita. Sejak April 2022, inflasi pada makanan, minuman, dan tembaku merambat naik dari 3,57 persen menjadi 4,38 persen di Mei 2022 dan 6,23 persen Juni 2022. Meskipun tidak setinggi kelompok makanan dan minuman, tren kenaikan inflasi terjadi pada sektor transportasi, yakni 2,94 persen per April 2022, sebulan berikutnya naik menjadi 3,61 persen dan pada Juni 2022 menjadi 3,92 persen. Hingga Juni 2022 inflation rate kita di posisi 4,35 persen, dari target 3 persen, plus-minus 1 persen.

Meskipun perdagangan dengan Amerika Serikat porsinya hanya 12 persen dari total perdagangan kita ke seluruh dunia, tetapi 80 persen pembayaran kita memakai mata uang dolar AS. Saat harga dolar makin mahal, imbas naiknya suku bunga acuan The Fed, maka kita menanggung resiko biaya dana terhadap dolar yang makin mahal, sehingga makin menggerus belanja pada APBN kita, salah satunya kewajiban pembayaran yield surat utang pemerintah.

 Baca juga: Kenaikan Harga Pangan dan BBM Non Subsidi Bisa Pacu Inflasi RI Mencapai 4,6 Persen di Juli 2022

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungi Yayasan Sinar Pelangi, Sido Muncul Tambah Nominal Donasi Jadi Rp 320 Juta

Kunjungi Yayasan Sinar Pelangi, Sido Muncul Tambah Nominal Donasi Jadi Rp 320 Juta

Whats New
Pemerintah Alokasikan PMN Rp 258 Miliar untuk Mengalirkan Listrik 97 Desa Terpencil di NTT

Pemerintah Alokasikan PMN Rp 258 Miliar untuk Mengalirkan Listrik 97 Desa Terpencil di NTT

Whats New
Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan atau KIS dengan NIK di HP

Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan atau KIS dengan NIK di HP

Spend Smart
Biaya Top Up DANA di Alfamart, Cara, dan Minimalnya

Biaya Top Up DANA di Alfamart, Cara, dan Minimalnya

Spend Smart
Ada Pemeliharaan Jalan di Tol JORR Seksi E hingga 2 Oktober, Ini Jadwal dan Lokasinya

Ada Pemeliharaan Jalan di Tol JORR Seksi E hingga 2 Oktober, Ini Jadwal dan Lokasinya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Ambil BLT BBM 2022 di Kantor Pos, Syarat, dan Cek Penerimanya

Cara Ambil BLT BBM 2022 di Kantor Pos, Syarat, dan Cek Penerimanya

Whats New
Info Biaya Admin BCA Gold Per Bulan dan Limitnya

Info Biaya Admin BCA Gold Per Bulan dan Limitnya

Spend Smart
Bagaimana Jika BSU Rp 600.000 Gagal Tersalurkan Karena Rekening Bermasalah?

Bagaimana Jika BSU Rp 600.000 Gagal Tersalurkan Karena Rekening Bermasalah?

Whats New
Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?

Earn Smart
BSU 2022 Tahap 3 Cair Mulai Besok, Ini Cara Cek Penerima secara Online

BSU 2022 Tahap 3 Cair Mulai Besok, Ini Cara Cek Penerima secara Online

Whats New
Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dengan NIK, Bisa Tanpa Aplikasi

Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dengan NIK, Bisa Tanpa Aplikasi

Spend Smart
Dokumen dan Cara Klaim Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Dokumen dan Cara Klaim Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Lowongan Kerja MRT Jakarta untuk Lulusan S1, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja MRT Jakarta untuk Lulusan S1, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online, Siapkan Berkas Ini

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online, Siapkan Berkas Ini

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.