Cegah Aktivitas Ilegal Aset Kripto, Luno Terapkan "Travel Rule"

Kompas.com - 18/07/2022, 16:00 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi investasi aset kripto menerapkan Travel Rule, untuk mencegah aktivitas ilegal aset kripto. Aturan ini diterapkan untuk mengidentifikasi dan memverifikasi identitas pelanggan yang mengirimkan atau menerima aset kripto.

Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang sudah resmi terdaftar di Bappebti sejak 31 Maret 2020, pihaknya melihat Travel Rule sebagai solusi dalam mencegah tindakan ilegal seperti tindak pidana pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.

Selain itu, Travel Rule juga berfungsi untuk melindungi pelanggan Luno, sejalan dengan komitmen Luno menjadi aplikasi investasi aset kripto yang simpel, aman, dan terpercaya.

"Terlepas dari komitmen Luno untuk mendukung semua inisiatif regulasi yang bertujuan melindungi pelanggan, penerapan Travel Rule juga merupakan bagian dari komitmen Luno untuk memajukan industri kripto melalui praktik e-KYC (Know Your Customer) yang ketat namun tetap menjaga privasi pelanggan," tutur Jay, dalam keterangannya, Senin (18/7/2022).

Baca juga: Pelanggan Platform Jual Beli Aset Kripto Luno Tumbuh 83 Persen di Indonesia

Dilansir dari situs resmi Luno, Travel Rule merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk mewajibkan PFAK untuk mengumpulkan informasi tentang penerima transaksi terima aset kripto dan bertukar informasi dengan PFAK pengirim aset kripto.

Travel Rule sendiri telah diberlakukan bagi lembaga-lembaga keuangan seperti bank selama lebih dari dua puluh tahun, di mana bank menggunakan sistem SWIFT untuk berinteraksi satu dengan yang lain untuk tujuan ini.

Lebih lanjut Jay bilang, seiring dengan pertumbuhan pasar aset kripto yang luar biasa, risiko penipuan dan transaksi ilegal yang meningkat turut menjadi perhatian. Menurut laporan Chainalysis, sepanjang tahun 2021, kerugian dari kejahatan aset kripto berkisar 14 miliar dollar AS atau setara Rp 207,8 triliun.

Baca juga: Anggota G20 Akan Siapkan Regulasi soal Aset Kripto

Sebagai upaya untuk mencegah kejahatan berbasis aset kripto, Jay menyebut Luno menerapkan prinsip Travel Rule yang mewajibkan calon PFAK untuk mengumpulkan informasi tentang penerima aset kripto dan bertukar informasi tersebut dengan PFAK lain untuk informasi tentang pengirimnya yang melakukan transaksi. 

"Untuk ke depannya, prioritas kami tetap berfokus memastikan akses yang mudah dan aman bagi pelanggan ketika ingin berinvestasi aset kripto, yang juga didukung oleh transparansi informasi, edukasi aset kripto, dan wawasan terkini seputar aset kripto, khususnya untuk kategori blue-chip," ucap Jay.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.