Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/07/2022, 08:10 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melepas Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sejak Senin (18/7/2022) senilai Rp 390 miliar untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar uang.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, penjualan surat utang pemerintah ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi permintaan dan penawaran di pasar uang.

Adapun penjualan SBN ini dilakukan menjelang RDG Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada 20-21 Juli 2022.

"Penjualannya dimulai kemarin (Senin). Kemarin nilainya yang terserap masih di bawah Rp 1 triliun. Tenor yang dijual dipastikan tenor jangka pendek atau di bawah 5 tahun," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Rupiah Melemah Tipis Jelang Pengumuman RDG Bank Indonesia

Dia menjelaskan, penjualan SBN merupakan bagian dari normalisasi kebijakan moneter yang secara konsisten dilakukan untuk menormalisasi likuiditas.

Dalam pelaksanaannya, lanjur dia, BI mengutamakan penjualan SBN tenor pendek secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika pasar.

"Ke depan, BI tetap akan memonitor dinamika likuiditas di pasar keuangan dalam rangka menjaga agar transmisi kebijakan moneter berjalan dengan efektif," ucapnya.

Baca juga: Penawaran SBN Ritel ORI021 Dibuka, Bisa Beli Mulai Rp 1 Juta di Sini

Sebelumnya BI telah melakukan langkah normalisasi dengan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap pada Maret dan Juni lalu untuk menyedot likuiditas.

Dikutip dari laman bi.go.id pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), penyesuaian secara bertahap GWM dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 2022 menyerap likuiditas perbankan sekitar Rp 119 triliun.

"Setelah menaikan rasio GWM yang implementasinya dilakukan secara gradual, BI juga memperkuat pelaksanaan Operasi Moneter Rupiah termasuk melalui penjualan SBN di pasar sekunder," kata dia.

Baca juga: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com