Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahlil: Tidak Pas Kalau Indonesia Dianggap Krisis, Hanya Harus Hati-hati...

Kompas.com - 20/07/2022, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menampik anggapan bahwa Indonesia mengalami krisis.

Menurut dia, bukannya krisis, tetapi Indonesia memang harus menerapkan prinsip hati-hati di tengah ketidakpastian global yang tengah terjadi saat ini.

"Mohon maaf, saya agak sedikit kurang pas kalau dianggap Indonesia itu krisis. Apanya yang krisis? Bahwa kondisi kita harus hati-hati, iya," katanya dalam paparan realisasi investasi dilansir dari Antara, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Erick Thohir: Direktur IMF Meyakinkan bahwa Indonesia Tidak dalam Keadaan Krisis...

Bahlil menuturkan kondisi global saat ini memang tidak baik karena adanya krisis pangan, energi, dan inflasi yang tinggi di sejumlah negara.

Indonesia pun tidak bisa menghindari hal tersebut karena sebagian pangan dan sumber energi untuk kebutuhan dalam negeri masih diimpor.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu menilai masalah pangan bisa didukung dengan substitusi pangan lokal yang melimpah. Namun, ia mengakui masalah energi memang masih cukup rumit diselesaikan.

Ia bahkan menyebut Indonesia harus siap akan kondisi yang tidak menguntungkan jika subsidi energi nantinya terus meningkat.

"Problem kita di minyak, makanya kita cepat harus merubah dari fosil ke EBT. Contoh, katakanlah kita lagi mendorong program motor listrik, kita kurangi BBM, kemudian gas LPG juga kita dorong ke listrik," katanya.

Bahlil menuturkan, dari sisi investasi, Indonesia juga masih cukup populer jadi destinasi investasi. Hal itu berdasarkan capaian pertumbuhan realisasi investasi asing sepanjang semester I 2022 yang mencapai 35,8 persen yoy.

Baca juga: Sri Mulyani: Dunia Berada di Tengah Krisis Energi Global

Realisasi penanaman modal asing (PMA) pada periode Januari-Juni 2022 tercatat mencapai Rp310,4 triliun, porsinya mencapai 53,1 persen dari total realisasi investasi di periode tersebut sebesar Rp584,6 triliun.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA karena Ganti HP

Cara Mengaktifkan Kembali M-Banking BCA karena Ganti HP

Spend Smart
PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

PKT Gelontorkan Dana Rp 20 Triliun Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

Whats New
Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Stafsus Erick Thohir: Berkas Dugaan Korupsi Dana Pensiun BUMN Sudah di Tangan KPK

Whats New
Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Ribuan Investasi Ilegal Ditutup, OJK: Kami Heran Masyarakat Mudah Terjerat

Whats New
Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Bandara Internasional Akan Dipangkas Jadi 15, Kemenhub: Masih Dibahas

Whats New
Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi Peningkatan Ekspor Hasil Kelautan

Sail Teluk Cendrawasih, Luhut Minta Bisa Akselerasi Peningkatan Ekspor Hasil Kelautan

Whats New
Untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Minyakita Malah Langka...

Untuk Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Minyakita Malah Langka...

Whats New
Sepanjang 2022, OJK Catat Pengaduan Konsumen Didominasi Sektor Industri Keuangan Non Bank

Sepanjang 2022, OJK Catat Pengaduan Konsumen Didominasi Sektor Industri Keuangan Non Bank

Whats New
Inflasi Januari 5,28 Persen, Kemenkeu: Trennya Mulai Turun Perlahan

Inflasi Januari 5,28 Persen, Kemenkeu: Trennya Mulai Turun Perlahan

Whats New
Kasus Jiwasraya, OJK: Butuh Tambahan Modal untuk Migrasi Polis Nasabah ke IFG Life

Kasus Jiwasraya, OJK: Butuh Tambahan Modal untuk Migrasi Polis Nasabah ke IFG Life

Whats New
5 Tren Digitalisasi HR Dukung Pertumbuhan Bisnis pada 2023

5 Tren Digitalisasi HR Dukung Pertumbuhan Bisnis pada 2023

Whats New
Blibli Beri Promo Diskon hingga 90 Persen, Catat Tanggalnya

Blibli Beri Promo Diskon hingga 90 Persen, Catat Tanggalnya

Spend Smart
Mahal dan Langka, Ada Apa dengan Minyak Goreng MinyaKita?

Mahal dan Langka, Ada Apa dengan Minyak Goreng MinyaKita?

Whats New
Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 1.297 Triliun, BRI Targetkan Tambah 25.000 Agen

Volume Transaksi Agen BRILink Tembus Rp 1.297 Triliun, BRI Targetkan Tambah 25.000 Agen

Rilis
Tren 'Social Commerce' Marak, YLKI: Perlu Diatur agar Data Pengguna Aman

Tren "Social Commerce" Marak, YLKI: Perlu Diatur agar Data Pengguna Aman

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+