Kompas.com - 21/07/2022, 13:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) mengantar produk perikanan Indonesia ke 138 negara di seluruh dunia pada semester I 2022.

Plt Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Hari Maryadi mengatakan, pencapaian ini tak lepas dari strategi penguatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan melalui penerbitan health certificate (HC) yang sedang didorong KKP.

Baca juga: Perluasan Kawasan Konservasi KKP Capai 73 Persen dari Target Tahun 2022

"Produk perikanan kita sudah bisa diterima di 138 negara. Ini menjadi target bagaimana bisa kita pertahankan apa yang sudah kita miliki. Jangan sampai 138 negara ini hilang gara-gara penjaminan kesehatan, penjaminan atas mutu ini tidak baik," ujar dia saat konferensi pers, Rabu (20/7/2022). 

Ia menambahkan, saat ini sudah 2.022 unit pengolah ikan (UPI) yang terdaftar di sejumlah negara mitra di seluruh dunia. Hal tersebut membuat peluang produk perikanan Indonesia masuk ke pasar ekspor semakin besar, baik dari sisi volume maupun nilai.

Baca juga: KKP: Penangkapan Ikan Berbasis Kuota Akan Sejahterakan Nelayan Tradisional

Hari menjelaskan, sebagai petugas quality assurance, pihaknya telah menerbitkan 72.760 HC pada semester I 2022. Percapaian tersebut berguna untuk menjamin produk perikanan Indonesia aman dan bermutu.

Di sisi lain, pihaknya mencatat, jumlah produk atau volume produk perikanan yang diekspor sebanyak 589.810 ton pada periode yang sama.

Hari mengungkapkan, kegiatan ekspor produk perikanan pada semester I memberikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 29,37 miliar. Sedangkan target PNBP yang dipatok untuk tahun 2022 adalah sebesar Rp 55 miliar. Dengan kata lain, target separuh tahun ini sudah mencapai 53,40 persen.

"Di tengah Menteri KKP menggenjot target PNBP dari bidang lain dan ekspor. Namun, beliau sangat mendukung pelaku usaha di hulu bisa berdiri tegak. Akhirnya beliau memberikan kemudahan dengan tidak dipungutnya PNBP khusus layanan aktivitas domestik. Kalau ekspor impor masih dilakukan pungutan PNBP," terang dia.

"Jadi PNBP yang masuk dari ekspor saja ya karena untuk layanan aktivitas domestik tidak ada tarif," timpal dia.

Asal tahu saja, 10 negara tujuan utama ekspor adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Italia, dan Hongkong. 

Sementara itu, beberapa komoditas ekspor utama yang menjadi primadona ekspor sektor kelautan dan perikanan, antara lain udang vaname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, dan cakalang.

Baca juga: KKP: Pemanfaatkan Ruang Laut Harus Terkoordinasi agar Tidak Terjadi Konflik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.