Kominfo Cabut Label "Disinformasi" pada Berita soal Kandungan BPA Galon AMDK

Kompas.com - 21/07/2022, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencabut label "disinformasi" terhadap berita terkait bahaya kandungan zat kimia Bisfenol A (BPA) pada kemasan plastik keras (polikarbonat) air minum dalam kemasan (AMDK).

Dikutip dari laman resminya, pencabutan label “Disinformasi” tersebut berdasarkan permohonan penurunan konten dari Direktur Siber Obat dan Makanan kepada Direktur Pengendalian Informatika pada 8 Juni 2022.

Sebelumnya, sejak 3 Januari 2021, Kominfo di lamannya melabeli berita tentang bahaya zat kimia BPA pada galon plastik keras sebagai “Disinformasi”.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebagai lembaga yang berwenang menilai mutu, keamanan, dan kesehatan pangan, telah menyatakan kekhawatirannya terhadap tingkat paparan BPA pada AMDK galon plastik keras.

Baca juga: Dua Temuan Mengejutkan BPOM, Potensi Bahaya BPA Galon Isi Ulang hingga Kopi Saset Mengandung Paracetamol

Bahkan, BPOM telah menyusun rancangan peraturan pelabelan BPA pada AMDK galon plastik keras. Rancangan peraturan ini disusun BPOM setelah melakukan survei atau pengawasan terhadap AMDK galon, baik di sarana produksi maupun peredaran, selama 2021-2022.

Hasil pengawasan lapangan BPOM itu menemukan 3,4 persen sampel di sarana peredaran tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA, yakni 0,6 bpj (bagian per juta).

Lalu ada 46,97 persen sampel di sarana peredaran dan 30,91 persen sampel di sarana produksi yang dikategorikan “mengkhawatirkan”, atau migrasi BPA-nya berada di kisaran 0,05 bpj sampai 0,6 bpj.

Selain itu, ditemukan pula 5 persen di sarana produksi (galon baru) dan 8,67 persen di sarana peredaran yang dikategorikan “berisiko terhadap kesehatan” karena migrasi BPA-nya berada di atas 0,01 bpj.

Baca juga: Pelabelan BPA Dikhawatirkan Picu Persaingan Bisnis, Pengamat: KPPU Jangan Terburu–buru Menilai

Langkah BPOM untuk pelabelan AMDK

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, pihaknya akan melakukan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik.

"Dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memberi informasi yang benar dan jujur, BPOM berinisiatif melakukan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik dengan melakukan revisi peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (21/7/2022).

Ia menambahkan, Uni Eropa telah menurunkan batas migrasi BPA yang semula 0,6 bpj menjadi 0,05 bpj.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Dunia Dalam Posisi Krisis, Tapi Indonesia Masih Dipercaya untuk Jadi Tujuan Investasi

Jokowi: Dunia Dalam Posisi Krisis, Tapi Indonesia Masih Dipercaya untuk Jadi Tujuan Investasi

Whats New
PLN Bakal Pasok Listrik 40.000 kVA ke Kawasan Industri Kendal

PLN Bakal Pasok Listrik 40.000 kVA ke Kawasan Industri Kendal

Whats New
Mendag Zulhas: Rebutan Gabah Jadi Penyebab Harga Beras Naik

Mendag Zulhas: Rebutan Gabah Jadi Penyebab Harga Beras Naik

Whats New
Sektor IKNB Tetap Tumbuh di Tengah Banyaknya Aduan Masyarakat

Sektor IKNB Tetap Tumbuh di Tengah Banyaknya Aduan Masyarakat

Whats New
Cara Cek Merek Dagang secara Online

Cara Cek Merek Dagang secara Online

Whats New
Harga Beras Naik, Badan Pangan Sebut Permintaan Pasar Meningkat

Harga Beras Naik, Badan Pangan Sebut Permintaan Pasar Meningkat

Whats New
Partisipasi UMKM RI dalam Rantai Pasok Global Masih Minim

Partisipasi UMKM RI dalam Rantai Pasok Global Masih Minim

Whats New
Inflasi Capai Level Tertinggi Sejak Desember 2014, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.300 per Dollar AS

Inflasi Capai Level Tertinggi Sejak Desember 2014, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.300 per Dollar AS

Whats New
Kimia Farma Pastikan Pabrik Bahan Baku Obat di Cikarang Memenuhi Standar Kualitas

Kimia Farma Pastikan Pabrik Bahan Baku Obat di Cikarang Memenuhi Standar Kualitas

Whats New
Operasional Pertambangan Bukit Asam Bisa Dipantau lewat Ponsel

Operasional Pertambangan Bukit Asam Bisa Dipantau lewat Ponsel

Whats New
Sektor Kesehatan Ambles, IHSG Ditutup Melemah 0,44 Persen

Sektor Kesehatan Ambles, IHSG Ditutup Melemah 0,44 Persen

Whats New
Pemerintah Pastikan Stok Beras Cukup hingga Akhir Tahun, Harga Juga Terjangkau

Pemerintah Pastikan Stok Beras Cukup hingga Akhir Tahun, Harga Juga Terjangkau

Whats New
Erick Thohir Tunjuk Lagi Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina, Ini Alasannya

Erick Thohir Tunjuk Lagi Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina, Ini Alasannya

Whats New
Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga Hadirkan Sun Proteksi Jiwa, Apa Manfaatnya?

Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga Hadirkan Sun Proteksi Jiwa, Apa Manfaatnya?

Rilis
Harga Pertamax Turun, Bagaimana dengan Pertalite?

Harga Pertamax Turun, Bagaimana dengan Pertalite?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.