Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengamat: Pengendalian Penggunaan BBM Bersubsidi dengan MyPertamina Tak Efektif

Kompas.com - 25/07/2022, 14:45 WIB
Akhdi Martin Pratama

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai penggunaan MyPertamina untuk menggendalikan penggunaan BBM bersubsidi dinilai tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Sebab, untuk menggunakan MyPertamina harus memiliki gawai dan menggunakan internet.

Padahal tak semua konsumen Pertamina memiliki gawai dan akses internet yang memadai. Untuk itu, jika dipaksakan diperkirakan akan banyak masyarakat yang sejatinya membutuhkan BBM bersubsidi tak bisa memiliki akses karena keterbatasan gawai dan akses internet.

"Pengendalian BBM subsidi dengan MyPertamina tidak efektif. Justru orang kayalah yang akan mendapatkan akses BBM subsidi. Padahal target Jokowi adalah masyarakat miskin. MyPertamina tidak sesuai untuk tujuan pengendalian BBM subsidi yang tepat sasaran," ujar Fahmy dilansir dari Kontan, Senin (25/7/2022).

Fahmy menambahkan, rencana Kementerian ESDM dan Pertamina untuk menggendalikan penggunaan BBM bersubsidi dengan menggunakan kriteria mobil dibawah 2.000 cc juga dinilai tak efektif untuk memberikan subsidi kepada masyarakat miskin.

Baca juga: Sudah 220.000 Kendaraan Mendaftar MyPertamina Jadi Penerima Pertalite dan Solar

"Sekarang yang harus disubsidi Pemerintah itu mobilnya atau masyarakat miskinnya. Sebab banyak orang kaya yang memiliki mobil baru dengan cc dibawah 2.000 cc. Sehingga subsidi BBM dengan kreteria mobil dibawah 2.000 cc tidak adil bagi masyrakat miskin. Dan tak tepat sasaran," kata dia.

Menurutnya, untuk menggendalikan penggunaan BBM bersubsidi adalah dengan membuat Perpres kendaraan yang boleh membeli BBM bersubsidi. Dalam aturan tersebut nantinya hanya sepeda motor, kendaraan angkutan barang dan mobil angkutan umum yang boleh menggunakan BBM bersubsidi.

Dengan begitu, lanjut Fahmy akan lebih mudah untuk menggendalikan konsumsi BBM bersubsidi.

Sementara itu, Fahmy tak melihat adanya motif politik dari penggunaan MyPertamina untuk pengendalian BBM bersubsidi.

Baca juga: Pertamina: Beli BBM Subsidi Tidak Wajib Pakai MyPertamina

"Tidak benar anjuran pengendalian BBM subsidi menggunakan MyPertamina karena motif politik seperti untuk mendukung Erick Thohir untuk menjadi Presiden. Ini murni inisiatif Kementerian ESDM dan Pertamina untuk merespons kemarahan Presiden Jokowi yang melihat subsidi BBM yang besar sekali. Namun respons Pertamina yang cepat itu tak tepat dan tak efektif," ucapnya.

Menurutnya, jika Erick Thohir menggunakan isu MyPertamina sebagai alat untuk mendongkrak elektabilitasnya, justru salah besar dan bukan langkah yang cerdas. Malahan penggunaan MyPertamina ini akan menurunkan elektabilitas Erick Thohir.

"Saya yakin Erick Thohir tak menggunakan isu pengendalian BBM subsidi dengan menggunakan MyPertamina. Jika MyPertamina dijadikan sarana untuk mendongkrak elektabilitas tentu itu salah besar. Justru itu akan menjatuhkan Erick Thohir. Jika Pertamina menggunakan MyPertam untuk mendongkrak elektabilitas, seharusnya Erick Thohir marah," tutup Fahmy. (Noverius Laoli)

Baca juga: Pertamina Perluas Cakupan Uji Coba MyPertamina hingga 50 Kota, Termasuk DKI Jakarta

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pengendalian BBM Bersubsidi Diharapkan Tak Dikaitkan dengan Politik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com