Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Masih Menunggu Keputusan The Fed, Rupiah Menguat di Bawah Rp 15.000 per Dollar AS

Kompas.com - 25/07/2022, 17:21 WIB
Rully R. Ramli,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot bergerak menguat hingga sesi perdagangan sore hari ini, Senin (25/7/2022). Terpantau nilai tukar rupiah kembali bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar AS pada hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.50 WIB nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.993 per dollar AS, atau menguat 20,5 poin (0,14 persen) dari level penutupan kemarin.

Sementara itu, mengacu kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.992 per dollar AS pada Senin, menguat dibanding posisi Jumat (23/7/2022) sebesar Rp 15.024 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Merah, Emiten-emiten Ini Catatkan Koreksi Paling Dalam

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pijakan mata uang Garuda tetap menguat, meskipun secara bersamaan indeks dollar AS menguat.

Investor dinilai telah siap mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang lebih rendah dari proyeksi awal yakni sebesar 100 basis points (bps).

"Dollar AS berada pada pijakan yang kuat pada hari Senin, karena para pedagang bersiap untuk kenaikan suku bunga AS," ujar dia, dalam risetnya, Senin.

Meskipun indeks dollar AS kuat, fundamental perekonomian RI yang masih positif mampu mendongkrak kinerja nilai tukar rupiah.

Baca juga: Rupiah Menguat, Simak Kurs IDR-USD di 5 Bank

Kuatnya fundamental perekonomian RI tercermin dari laporan teranyar Bank Pembangunan Asia (ADB) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen di 2022, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5 persen.

"Dengan data fundamental dalam negeri yang bagus, membuat pijakan mata uang Garuda tetap menguat walaupun secara bersamaan dollar AS juga menguat," ucap Ibrahim.

Baca juga: BI Sebut Pandemi hingga Gangguan Rantai Pasok Sebabkan Stagflasi Global

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penjelasan Menteri Basuki Soal Tapera: Bukan Dipotong, Terus Hilang

Penjelasan Menteri Basuki Soal Tapera: Bukan Dipotong, Terus Hilang

Whats New
Simak, Kelebihan Instrumen Investasi Syariah untuk Calon Investor

Simak, Kelebihan Instrumen Investasi Syariah untuk Calon Investor

Earn Smart
Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Whats New
Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Whats New
LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Whats New
Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com