Harga Minyak Mentah Dunia Turun Jelang Rilis Cadangan Minyak Strategis AS

Kompas.com - 27/07/2022, 07:35 WIB


NEW YORK, KOMPAS.comHarga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Selasa (26/7/2022). Pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh kepercayaan konsumen yang lebih rendah, dan rencana pemerintah AS menjual 20 juta barrel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.

Mengutip The Star, harga minyak West Texas Immediately (WTI) kontrak September 2022, turun 1,72 sen atau 1,8 persen menjadi 94,98 dollar AS per barrel. Kemudian, harga minyak mentah Brent turun 75 sen atau 0,71 persen menjadi 104,4 dollar AS per barrel.

Pemerintahan Biden mengatakan akan menjual tambahan 20 juta barel minyak mentah SPR sebagai bagian dari rencana sebelumnya untuk menenangkan harga minyak yang bergejolak akibat invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.

Baca juga: Kemarin Ditutup Menguat, IHSG Masih Menunggu Pengumuman The Fed dan Hasil Kinerja Emiten

Hal ini juga dilakukan dalam upaya menyikapi pemulihan permintaan yang sempat menurun di awal pandemi. Pada akhir Maret, pemerintah mengatakan akan merilis rekor 1 juta barel per hari minyak mentah SPR selama enam bulan.

"Pasar bereaksi terhadap pengumuman SPR ini sampai batas tertentu," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Survei Conference Board menunjukkan, tingkat kepercayaan konsumen AS tercatat turun ke level terendah dalam 1,5 tahun pada bulan Juli ini, di tengah kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan suku bunga. Hal ini juga berarti konsumen kurang optimis tentang pasar tenaga kerja.

Pergerakan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Selasa juga dipengaruhi oleh rencana Rusia memperketat pasokan gasnya di Eropa. Pada hari Senin, Gazprom GAZP.MM mengatakan, pasokan melalui pipa Nord Stream 1 ke Jerman akan turun 20 persen dari kapasitas sebelumnya.

Baca juga: Penghapusan DMO dan DPO Sawit Dikhawatirkan Bisa Kerek Harga Minyak Goreng

Akibat hal ini, Jerman, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, terpaksa harus membatasi pasokan gas untuk industri, untuk memastikan warganya tetap hangat selama bulan-bulan di musim dingin.

Menteri energi Uni Eropa menyetujui proposal untuk semua negara Uni Eropa dalam hal pemotongan penggunaan gas secara sukarela sebesar 15 persen dari Agustus tahun ini hingga Maret tahun depan.

Harga bahan bakar yang tinggi juga telah mulai menurunkan permintaan, dan investor bersiap untuk suku bunga AS yang lebih tinggi. Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakannya pada hari Rabu.

"Volatilitas kemungkinan akan meningkat seiring berjalannya minggu ini dengan keputusan Fed besok dan komentar terkait yang kemungkinan menentukan arah perdagangan minyak sepanjang sisa pekan ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Baca juga: Harga Minyak Dunia: WTI Turun ke 96,32 Dollar AS, Brent Naik Jadi 105,15 Dollar AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.