Dilema Sri Mulyani: Cepat Salurkan Anggaran ke Daerah, tapi Pemda Masih Rajin "Menabung"

Kompas.com - 28/07/2022, 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dilema lantaran pemerintah daerah (pemda) masih lelet belanja meski anggaran dari pusat sudah disalurkan. Pemda justru rajin "menabung" alias menyimpan dana tersebut di bank.

Hingga akhir Juni 2022 saja, dana pemda yang mengendap di perbankan mencapai Rp 220,9 triliun. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam enam bulan terakhir.

"Ini selalu menimbulkan dilema," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (27/7/2022).

Ia menjelaskan, dana pemda yang mengendap tersebut naik Rp 20,19 triliun atau 10,06 persen dibandingkan posisi pada Mei 2022. Sementara jika dibandingkan dengan posisi Juni 2021, dana mengendap tersebut naik 30,82 triliun atau 16,21 persen.

Baca juga: Sri Mulyani: Ongkos Menahan Harga BBM-Listrik Tidak Naik Sangat Besar

Kenaikan saldo dana pemda di perbankan itu salah satunya disebabkan oleh belum optimalnya realisasi belanja daerah sampai dengan Juni 2022.

Bagi Sri Mulyani, hal itu manjadi dilema karena pemda ingin pemerintah pusat melakukan pembayaran transfer dengan cepat, namun pemda lelet menggunakan dana tersebut untuk belanja daerah.

"Kalau ingin diberikan transfer secara cepat jangan sampai ini hanya akan berhenti di dalam deposito di perbankan. Kami berharap akselerasi daerah di semester II akan bisa dipicu lebih baik membangkitkan ekonomi daerah," ungkap dia.

Padahal berdasarkan catatan Kompas.com, Sri Mulyani sudah sering meminta pemda untuk cepat membelanjakan dana yang diberikan oleh pemerintah pusat sehingga masyarakat di daerah bisa merasakan manfaat anggaran negara tersebut.

Baca juga: APBN Surplus Rp 73,6 Triliun, Sri Mulyani: Luar Biasa Positif

Jawa Timur tertinggi

Kemenkeu mencatat, Provinsi Jawa Timur memiliki saldo tertinggi yang mengendap di bank yakni Rp 29,82 triliun. Sementara Kepulauan Riau merupakan daerah yang paling rendah dengan dana mengendap di bank sebesar Rp 1,17 triliun.

"Jawa Timur selalu memegang saldo tertinggi dari sisi dana yang ada di ABPD-nya," kata Bendahara Negara itu.

Ia menjabarkan, untuk realisasi belanja daerah tercatat mencapai 28,5 persen per Juni 2022, atau minus 7,7 persen dibandingkan belanja daerah pada periode sama di tahun lalu. Secara nominal belanja APBD pada Juni 2022 mencapai Rp 333,04 triliun.

Adapun belanja APBD masih di dominasi oleh belanja pegawai yakni sebesar Rp 151,33 triliun. Meski demikian, belanja pegawai ini mengalami penurunan 13,9 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

"Belanja pegawai turun karena untuk tunjangan gaji ke-13 akan digeser pembayarannya di Juli sehingga belum terlihat di semester I ini," ucapnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Implementasi NIK Jadi NPWP Sudah Berjalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Cara Pinjam Pulsa Telkomsel, Indosat, AXIS, XL, dan Tri dengan Mudah

Whats New
Mau UMKM Maju? Ini 3 Syaratnya

Mau UMKM Maju? Ini 3 Syaratnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT Indra Karya untuk Lulusan S1 Akuntansi, Cek Kualifikasinya

Lowongan Kerja BUMN PT Indra Karya untuk Lulusan S1 Akuntansi, Cek Kualifikasinya

Work Smart
Belum Cukupi untuk Biaya Sewa Rumah hingga Transportasi, Buruh Tolak Kenaikan UMP Sejumlah Daerah

Belum Cukupi untuk Biaya Sewa Rumah hingga Transportasi, Buruh Tolak Kenaikan UMP Sejumlah Daerah

Whats New
Tantangan dan Kendala dalam Mendorong UMKM 'Go Digital'

Tantangan dan Kendala dalam Mendorong UMKM "Go Digital"

Whats New
Kementerian ESDM Dorong Revisi UU Migas Rampung Tahun Depan

Kementerian ESDM Dorong Revisi UU Migas Rampung Tahun Depan

Whats New
Butuh Modal Kerja dan Transformasi Digital, Bank UOB Bakal Genjot Pertumbuhan UMKM

Butuh Modal Kerja dan Transformasi Digital, Bank UOB Bakal Genjot Pertumbuhan UMKM

Whats New
Kemenperin Harap Perluasan Pabrik ABC Mampu Buka Lapangan Kerja

Kemenperin Harap Perluasan Pabrik ABC Mampu Buka Lapangan Kerja

Whats New
Hingga 17 Oktober 2022, Realisasi Penerimaan Pungutan OJK Rp 5,77 Triliun

Hingga 17 Oktober 2022, Realisasi Penerimaan Pungutan OJK Rp 5,77 Triliun

Whats New
Indonesia Gandeng Inggris untuk Dorong Pencapaian Target Reduksi Emisi GRK

Indonesia Gandeng Inggris untuk Dorong Pencapaian Target Reduksi Emisi GRK

Whats New
Menteri PUPR: Minat Investasi di IKN Nusantara Naik 25 Kali Lipat

Menteri PUPR: Minat Investasi di IKN Nusantara Naik 25 Kali Lipat

Whats New
Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Rupiah Melemah Terpapar Sentimen Lonjakan Covid-19 di China

Whats New
BPOM Sebut Galon Mengandung BPA Perlu Segera Dilabeli

BPOM Sebut Galon Mengandung BPA Perlu Segera Dilabeli

Whats New
Percepat Pembangunan Hunian ASN, Menteri PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp 12,7 Triliun

Percepat Pembangunan Hunian ASN, Menteri PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp 12,7 Triliun

Whats New
Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur

Kementan Dukung Pembangunan RJIT Sepanjang 155 Meter di Pariaman Timur

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.