Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terus Molor, Wamendag Targetkan Bursa Kripto Diluncurkan Akhir 2022

Kompas.com - 28/07/2022, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, bursa kripto ditargetkan dapat beroperasi pada 2022.

Meski ia masih enggan untuk membeberkan detailnya, Jerry mengatakan proses pembentukan bursa kripto sudah mendekati 90 persen.

"Intinya, iya sudah mendekati (90 persen). Mudah-mudahan secepatnya tahun ini," ujarnya usai menghadiri acara Ralali.com di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Tunda Peluncuran Bursa Kripto, Wamendag: Jangan Sampai Ada Kesan Tergesa-gesa

Adapun peluncuran bursa kripto di Tanah Air terus molor dari yang ditargetkan oleh pemerintah.

Sebelumnya Kemendag berencana meluncurkan bursa kripto pada akhir 2021 yang mana pada saa itu Indrasari Wisnu Wardana menjabat menjadi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebelum ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan minyak goreng.

Namun target tersebut kembali mundur dan ditargetkan rampung per Maret 2022. Hingga saat ini, realisasi bursa kripto masih belum terealisasi.

Baca juga: Molor dari Target, Bursa Kripto Ditargetkan Baru Meluncur di Kuartal I 2022

Jerry menjelaskan, mundurnya realisasi peluncuran bursa kripto ini lantaran bentuk kehati-hatian regulator terhadap industri bursa komoditi tersebut.

Jerry juga mengatakan, pemerintah ingin memberikan perlindungan konsumen yang ekstra.

Sementara di lain sisi tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk proses pembentukannya cukup panjang dan rumit mulai dari tahapan pengecekan legalitias, kliring, penyimpanan, pencatatan hingga seluruh administrasinya.

“Jangan sampai kita buru-buru dan intinya ini untuk perlindungan konsumen. Dengan adanya bursa komoditi kita berharap dan percaya bisa memberikan perlindungan dengan konsumen. Prinsipnya hati-hati, kita jalani semua jangan grasak-grusuk kalau semuannya sudah komplit mudahan-mudahan tahun ini bisa diestablish," pungkas Jerry Sambuaga.

Baca juga: Respons Pedagang Kripto soal Rencana Penerbitan Rupiah Digital

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+