Tahun Masih Lalu Rugi, Emiten Pelayaran GTSI Akhirnya Raup Laba

Kompas.com - 29/07/2022, 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten pelayaran PT GTS Internasional Tbk (GTSI) membukukan laba bersih sebesar 4,18 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 62,05 miliar pada paruh pertama 2022. Realisasi ini berbanding terbalik dengan kinerja GTSI pada periode sama tahun lalu yang mencatat rugi 724.390 dollar AS.

Pertumbuhan laba bersih itu selaras dengan pendapatan GTSI yang meningkat 117,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), dari 9,76 juta dollar AS menjadi 21,14 juta dollar AS atau setara Rp 313,91 miliar.

Direktur GTSI Dandun Widodo mengatakan, realisasi kinerja paruh pertama tahun ini melanjutkan kinerja positif perseroan pada kuartal I-2022. Tercatat, GTSI memperoleh pendapatan sebesar 10,45 juta atau setara Rp 155,16 miliar dan laba tahun berjalan 1,89 juta dollar AS atau setara Rp27,95 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Baca juga: Bisnis Transportasi Mulai Pulih, Laba Bersih ASDP Naik 539 Persen Semester I 2022

“Hingga akhir 2022, perseroan memproyeksikan kinerja keuangan yang tumbuh positif dengan memperoleh total pendapatan mencapai 42,19 juta dollar AS setara Rp 626,44 miliar. Target tersebut melonjak 37 persen dibandingkan dengan pendapatan tahunan GTSI pada 2021,” kata Dandun, dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/7/2022).

Selain itu, perseroan turut membidik keuntungan 8,11 juta dollar AS atau setara Rp 120,49 miliar sepanjang 2022, atau membalikkan kinerja perseroan yang tercatat rugi 16,21 juta dollar AS pada 2021.

Dandun optimistis target-target tersebut dapat tercapai sejalan dengan peningkatan kinerja di seluruh lini bisnis perseroan. Dandun memaparkan prospek cerah bisnis perseroan pada segmen transportasi gas alam cair atau Liquified Natural Gas (LNG) khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

“Gasifikasi 33 pembangkit listrik di wilayah Indonesia Tengah dan Timur jadi target pangsa pasar GTSI selanjutnya. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap upaya peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025,” ucap Dandun.

Baca juga: Bank Mandiri Bukukan Kenaikan Laba Bersih 61,7 Persen Semester I 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.