Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jateng Diincar Banyak Pabrik karena Upahnya Masih Rendah

Kompas.com - 29/07/2022, 21:54 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Indra Darmawan menyebut upah tenaga kerja yang rendah menjadi daya tarik Jawa Tengah dalam menarik investasi padat karya.

Hal itu menyusul pada capaian realisasi investasi Semester I 2022 dimana Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, mencatatkan realisasi investasi terbesar di Pulau Jawa, sementara Jawa Tengah berada di urutan ke sembilan. Namun Jawa Tengah justru menempati posisi kedua dalam penciptaan lapangan kerja dari investasi.

"Fenomena ini tidak terlepas dari isu UMR per provinsi. Jawa Tengah adalah yang terendah di Jawa sehingga menjadi lebih kompetitif dalam menarik industri atau pelaku usaha yang bersifat labor intensive (padat karya)," katanya dilansir dari Antara, Jumat (29/7/2022).

Indra menuturkan Jawa Barat yang ada di posisi teratas dalam daftar tujuan realisasi investasi pada Semester I/2022 memang masih didominasi investasi padat modal (capital intensive) seperti otomotif dan turunannya.

Baca juga: Stasiun BNI City Layani KRL, Lalu Benarkah Stasiun Karet Ditutup?

"Di sepanjang koridor Bekasi-Karawang itu dominasi oleh industri (otomotif) teknologi tinggi dan untuk yang alas kaki, tekstil, garmen itu di Jawa Tengah yang sifatnya lebih padat karya," kata dia.

"Karena itu kita bisa lihat kenapa Jawa tengah lebih kecil realisasi investasinya, tapi penyerapan tenaga kerjanya lebih tinggi, jadi bisa dilihat per sektor," katanya lagi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengakui upah minimum di wilayah Jawa Tengah yang rendah memang jadi pendukung utama investasi padat karya.

Namun ia mengingatkan selain masalah upah, penyerapan tenaga kerja juga tergantung dari kesiapan SDM di daerah.

Baca juga: Mepet Stasiun Sudirman, Stasiun BNI City Juga Layani KRL mulai Besok

"Ini perlu dipikirkan pemda bahwa investasi akan impactful (berdampak penuh) jika kondisi daerahnya juga mendukung. Mendukung bahwa tenaga kerjanya juga cukup atau mampu mendukung industri itu," katanya.

Teguh juga menyebut Jawa Tengah punya kombinasi klop, dimana industri yang datang adalah padat karya, UMP-nya cukup rendah dan masyarakatnya banyak dan kompeten.

"Itu kombinasi yang impactful untuk buat investasi berdampak. Impactful investment memang butuh kolaborasi, tidak hanya beban atau tanggung jawab Kementerian Investasi, tapi pemda juga harus support sehingga ekonomi harus ditumbuhkan," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com