Platform Digital Diblokir Kominfo, Sandiaga Uno: Ora Iso Sak Penake Dewe!

Kompas.com - 01/08/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyuarakan dukungan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang telah memblokir layanan platform dan aplikasi digital luar negeri.

Hal tersebut lantaran platform dan aplikasi digital tersebut tidak mematuhi aturan Penyelanggara Sistem Elektronik (PSE) dengan cara mendaftarkan diri.

Dukungan Sandiaga Uno kepada Kominfo disampaikan melalui akun Instagram-nya @sandiuno.

Baca juga: Demam Citayam Fashion Week sampai Thailand, Sandiaga Yakin RI Bisa Jadi The Next Korea Selatan

"Kami mendukung penuh langkah tegas @kemenkominfo untuk melakukan pemblokiran beberapa platform dan aplikasi digital luar negeri yang tidak mau melakukan pendaftaran dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Ora iso sak penake dewe!" tulis dia dalam Instagram dikutip Kompas.com, Senin (1/8/2022).

"Hal tersebut penting dan harus digarisbawahi, setiap negara memiliki aturan tersendiri dan harus dihormati," lanjut dia.

"Sama seperti kita jika hendak berbisnis di luar negeri. Harus patuh dan mengikuti aturan yang berlaku di sana," tambah Sandiaga Uno.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut bilang, dirinya paham akan kegelisahan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap situasi ini.

Namun demikian, Sandiaga dengan tega memastikan lapangan kerja bisa tercipta dengan tetap menegakkan aturan yang ada.

Sebelumnya diberitakan, Kominfo telah memblokir sejumlah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat (platform digital) besar yang ada di Indonesia, mulai 30 Juli 2022.

Beberapa platform yang diblokir Kominfo adalah Yahoo, PayPal, Steam, Epic Games, Dota, Counter Strike, dan Origin.

Khusus untuk PayPal, Kominfo membuka blokir untuk sementara waktu sejak Minggu (31/7/2022).

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangarepan mengatakan, alasan pihaknya membuka blokir situs PayPal guna memberikan kesempatan kepada pengguna PayPal memindahkan saldonya.

"Jadi pembukaan (blokir) ini sifatnya sementara, memberi kesempatan bagi masyarakat pengguna PayPal bisa segera bermigrasi ke sistem layanan keuangan lainnya," ujar Semuel seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (31/7/2022).

Baca juga: Ingat, Pencabutan Blokir PayPal hanya Sampai 5 Agustus 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.