Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Bank Besar Ini Kantongi Laba Bersih Terbesar, Siapa Jawaranya?

Kompas.com - 01/08/2022, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bank telah melaporkan kinerjanya selama Semester I 2022. Sebagian besar mampu kantongi laba dan beberapa ada yang masih merugi.

Namun 4 bank besar berikut ini mampu mencatatkan kinerja yang cemerlang di paruh pertama 2022. Mereka mampu membukukan kenaikan laba bersih hingga dua digit.

Kompas.com merangkum 4 bank besar yang mencatatkan laba bersih terbesar di Semester I 2022, yaitu BRI, Bank Mandiri, BCA, dan BNI. Berikut ulasan lengkapnya.

1. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero) Tbk mengantongi laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp 24,88 triliun atau naik 98,38 persen secara tahunan selama Semester I 2022.

Nominal serta pertumbuhan laba bersih BRI ini merupakan yang terbesar dibandingkan bank-bank lainnya.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, pencapaian tersebut karena BRI mampu merespons dengan baik berbagai kebijakan dari pemerintah dan regulator serta tantangan perekonomian global dan domestik saat ini.

Berbagai respons tersebut di antaranya fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah dan menjaga kualitas kredit terutama kredit yang kami restrukturisasi akibat pandemi Covid-19.

"Di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh dengan tantangan dalam 6 bulan pertama di tahun 2022, BRI Grup berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 24,88 triliun," ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu di ATM BRI dan ATM Bersama

2. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 20,2 triliun di Semester I 2022. Capaian ini tumbuh 61,7 persen dibandingkan Semester I 2021 (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, hal tersebut didukung oleh kinerja profitabilitas yang membaik.

Hal ini tercermin pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) secara konsolidasi mencapai 5,37 persen di Kuartal II 2022, tumbuh 32 basis poin (bps) dibandingkan Kuartal II 2021.

Selain itu, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sebesar 23,03 persen pada periode yang sama, meningkat 791 bps secara tahunan.

"Berkat profitabilitas yang membaik, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,2 triliun, tumbuh 61,7 persen secara yoy," ujar Darmawan saat Paparan Kinerja, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Bank Mandiri Ingin Punya Bank Digital, Kaji Pemisahan Usaha Livin by Mandiri

3. BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 24,9 persen secara tahunan di Semester I 2022 menjadi Rp 18 triliun.

Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan operasional BCA yang tumbuh 6,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp 40,9 triliun.

Kemudian, kenaikan laba BCA juga berasal dari kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 5,3 persen secara yoy menjadi Rp 29,8 triliun.

Pendapatan selain bunga tumbuh 8,9 persen secara yoy menjadi Rp 11,1 triliun yang ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15 persen secara yoy.

Baca juga: Simulasi, Syarat, dan Cara Pengajuan KPR BCA 2022

4. BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bukukan laba bersih Semester I 2022 sebesar Rp 8,8 triliun.

Meskipun laba yang diperoleh BNI lebih kecil dibanding ketiga bank di atas, namun laba bersih BNI tumbuh 75,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan laba ini lebih tinggi dibandingkan Bank Mandiri dan BCA.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, kinerja yang baik ini didukung oleh pemulihan ekonomi yang membuat geliat usaha dan konsumsi masyarakat semakin kuat sehingga mendorong kinerja BNI sebagai fungsi intermediator.

"Laba bersih pun tercapai karena fungsi intermediasi yang terus menguat," ujarnya saat public expose Semester I 2022, Jumat (29/7/2022).

Baca juga: Syarat dan Cara Pengajuan KUR BNI Online 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+