Awal Agustus, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS Terkoreksi Tipis

Kompas.com - 01/08/2022, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot ditutup terkoreksi tipis pada sesi perdagangan Senin (1/8/2022) hari ini. Sejak pembukaan perdagangan, nilai tukar rupiah terpantau terus bergerak di zona negatif.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup melemah 39 poin atau 0,26 persen ke level Rp 14.873 per dollar AS.

Sementara itu, mengacu kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.874 per dollar AS pada Senin hari ini, melemah dibanding posisi Jumat (29/7/2022) sebesar Rp 14.860 per dollar AS.

Baca juga: Awal Agustus IHSG Ditutup Menguat, 3 Saham Ini Catatkan Peningkatan Paling Tinggi

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, sebenarnya indeks dollar AS merosot ke level terendah dalam 6 minggu terakhir pada sesi perdagangan hari ini.

"Karena pasar terus bertaruh bahwa Federal Reserve tidak terlalu memperketat hubungannya dengan ekonomi AS yang berisiko mengalami resesi," kata Ibrahim dalam risetnya.

Tekanan terhadap dollar AS tercermin dari imbal hasil US Treasury 10 tahun yang turun ke level 2,676 persen pada akhir pekan lalu, terendah sejak awal April kemarin sebesar 2,618 persen.

Sementara itu, dari dalam negeri, data Puchasing Manager's Index (PMI) periode Juli 2022 meningkat secara bulanan menjadi 51,3, menjadi sentimen positif tersendiri bagi nilai tukar rupiah.

Baca juga: Daftar Harga Pertalite, Pertamax, hingga Pertamina Dex Agustus 2022

Akan tetapi, indeks harga konsumen (IHK) periode Juli yang meningkat sebesar 0,64 persen secara bulan (mom) atau 4,94 persen secara tahunan (yoy) menjadi perhatian tersendiri bagi para investor.

Pasalnya, realisasi inflasi sebesar 4,94 persen secara yoy itu menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat," ucap Ibrahim.

Baca juga: BPS: Harga Minyak Goreng Turun, Sumbang Deflasi 3 Bulan Berturut-turut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.