KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan di Kuartal II-2022 Terjaga

Kompas.com - 01/08/2022, 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan, stabilitas sistem keuangan pada kuartal II-2022 berada dalam kondisi yang terjaga meski di tengah tekanan global. Hal itu berdasarkan hasil rapat berkala yang dilakukan KSSK pada Jumat, 29 Juli 2022.

Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.

"Stabilitas sistem kesuangan berada dalam kondisi yang masih terjaga di tengah tekanan perekonomian global yang meningkat," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat KSSK secara virtual di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan, tekanan ekonomi global yang terjadi saat ini merupakan dampak dari berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, lonjakan inflasi global, serta respons pengetatan kebijakan moneter global yang lebih agresif.

Baca juga: Stafsus Sri Mulyani: Kalau Bicara Pajak, Orang Merasa Alergi Duluan

Sri Mulyani mengatakan, KSSK sepakat untuk memperkuat sinergi agar mendorong pemulihan ekonomi, sembari terus mewaspadai tantangan dan risiko global yang terjadi ke depannya.

"Daya tahan atau resiliensi stabilitas sistem keuangan pada kuartal II-2022 ini menjadi pijakan bagi KSSK untuk tetap optimis, namun juga terus mewaspadai berbagai tangangan dan risiko yang sedang dan akan terus terjadi serta kita hadapi," jelas dia.

Menurut Sri Mulyani, perbaikan perekonomian nasional pada kuartal II-2022 masih akan terus berlanjut. Hal ini utamanya didukung oleh peningkatan konsumsi dan investasi serta kierja ekspor Indonesia.

Baca juga: Di Mana Sri Mulyani Menyimpan Ribuan Triliun Duit Negara?

Ia memaparkan, berbagai indikator dini pada Juni 2022 juga tercatat tetap baik. Seperti indeks penjualan riil (IPR) tumbuh 15,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Lalu kinerja dari PMI manufaktur yang masih ekspansif dengan menguat dari 50,2 di Juni 2022 menjadi 51,3 di Juli 2022. Konsumsi listrik terutama untuk industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuat.

Selain itu, indeks keyakinan konsumen (IKK) juga meningkat ke level 128,2 pada Juni 2022 dari posisi Maret yang waktu itu hanya di 111. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi.

Baca juga: Dampak Resesi AS, Sri Mulyani Khawatirkan Ekspor RI Turun

Sementara dari sisi kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), Sri Mulyani memperkirakan tetap kuat di tengah tekanan terjadinya arus modal keluar. Transaksi berjalan pada kuartal II-2022 diproyeksi mencatatkan surplus, bahkan melebihi surplus pada kuartal I-2022

"Hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus di neraca perdagangan. Terutama akibat tingginya harga komoditas global yang merupakan barang-barang ekspor Indonesia," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.