Platform Digital Diblokir Kominfo, Sandiaga: Kami Harap Semua Mematuhi Proses Registrasi

Kompas.com - 02/08/2022, 10:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan, yang diharapkan dari proses registrasi Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) adalah pendaftaran dan pemberian informasi, bukan pemberian izin.

"Saya mendorong semua pelaku mendaftarkan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah," kata dia dalam Weekly Press Briefing, Senin (1/8/2022).

Sandiaga menyebutkan, para gamers banyak melayangkan protes. Namun ia bilang, pihaknya sudah memberikan pilihan terutama untuk beberapa layanan dibuka sementara. Tujuannya, agar platform tersebut memiliki kesempatan untuk melakukan registrasi.

Baca juga: Cek Cara Tarik Dana PayPal ke Bank via HP dan PC Sebelum PayPal Diblokir Kembali

Namun demikian, ketika platform digital tersebut tidak ingin mengikuti peraturan yang ada di Indonesia, Sandiaga akan memberikan pesan tegas.

"Indonesia adalah negara hukum. Negara ini didirikan berdasarkan hukum yang adil kepada seluruh pelaku yang harus dipatuhi. Harapan kami semua ikut mematuhi proses registrasi ini," terang dia.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan, terdapat tiga subsektor ekonomi digital di Indonesia yang belum mumpuni dan perlu pengembangan.

"Pertama, adalah cyber security. Kedua, adalah payment seperti yang kemarin ini jadi pembicaraan. Yang ketiga, adalah berkaitan dengan fintech. Jadi ada tiga subsektor ini harus dikembangkan, termasuk juga metode pembayaran yang akan digunakan para gamers ke depan," urai dia.

Sebelumnya diberitakan, Kominfo telah memblokir sejumlah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat (platform digital) besar yang ada di Indonesia, mulai 30 Juli 2022.

Beberapa platform yang diblokir Kominfo adalah Yahoo, PayPal, Steam, Epic Games, Dota, Counter Strike, dan Origin.

Khusus untuk PayPal, Kominfo membuka blokir untuk sementara waktu sejak Minggu (31/7/2022).

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangarepan mengatakan, alasan pihaknya membuka blokir situs PayPal guna memberikan kesempatan kepada pengguna PayPal memindahkan saldonya.

"Jadi pembukaan (blokir) ini sifatnya sementara, memberi kesempatan bagi masyarakat pengguna PayPal bisa segera bermigrasi ke sistem layanan keuangan lainnya," ujar Semuel seperti diberitakan Kompas.com, Minggu (31/7/2022).

Baca juga: Sebelum Diblokir Lagi, Kominfo Minta Masyarakat Manfaatkan Waktu 5 Hari Pindahkan Aset di Paypal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.