Inflasi Juli Tertinggi sejak 2015, BI Sebut Inflasi Inti Tetap Terjaga Rendah

Kompas.com - 02/08/2022, 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau meningkat dari inflasi Juni 2022 yang sebesar 0,61 persen.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi IHK Juli 2022 tercatat 4,94 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen yoy. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2015.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, kenaikan inflasi secara bulanan tersebut terutama bersumber dari inflasi kelompok administered prices, di tengah inflasi inti yang terjaga rendah dan kelompok volatile food yang mulai menurun.

Untuk keseluruhan tahun 2022, inflasi IHK diprakirakan lebih tinggi dari batas atas sasaran, dan akan kembali ke dalam sasaran 3±1 persen pada 2023.

Baca juga: Inflasi Juli Tertinggi Sejak 2015, Sri Mulyani: Masih Relatif Moderat

Erwin mengatakan, dengan adanya risiko kenaikan inflasi ke depan, BI terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan instansi terkait melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) untuk mengelola tekanan inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi, dan mendukung ketahanan pangan.

"Bank Indonesia terus mewaspadai risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan, serta memperkuat respons bauran kebijakan moneter yang diperlukan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

Inflasi inti rendah

BI juga mencatat inflasi inti pada periode yang sama tetap rendah 0,28 persen secara mtm. Meskipun angka ini mengalami kenaikan dari inflasi inti Juni 2022 yang sebesar 0,19 persen mtm.

Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi komoditas mobil dan sewa rumah, yang didorong kenaikan mobilitas masyarakat. Peningkatan lebih lanjut tertahan oleh deflasi komoditas emas perhiasan seiring dengan pergerakan harga emas global.

Secara tahunan, inflasi inti Juli 2022 masih terjaga rendah sebesar 2,86 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan inflasi Juni 2022 yang sebesar 2,63 persen yoy.

"Terjaganya inflasi inti tersebut didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi," kata Erwin.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Inflasi: Definisi, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya

Inflasi volatile food turun

Pada Juli 2022, inflasi kelompok volatile foods turun menjadi 1,41 persen secara mtm dari inflasi Juni yang sebesar 2,51 persen mtm.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh komoditas minyak goreng, telur ayam ras, bawang putih, dan sayur-sayuran.

Penurunan lebih lanjut tertahan oleh inflasi aneka cabai, bawang merah, dan ikan segar yang masih mengalami peningkatan akibat gangguan pasokan seiring dengan curah hujan yang tinggi di sejumlah sentra.

Secara tahunan, kelompok volatile foods mengalami inflasi 11,47 persen, lebih tinggi dari Juni 2022 yang tercatat sebesar 10,07 persen.

Baca juga: Inflasi Juli 2022 Capai 4,94 Persen, Tertinggi sejak Oktober 2015

Inflasi administered prices

Sebagai penyumbang utama kenaikan inflasi IHK, inflasi kelompok administered prices pada Juli 2022 tercatat meningkat menjadi 1,17 persen mtm dari inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,27 persen mtm.

Peningkatan inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan inflasi tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter, seiring dengan peningkatan mobilitas udara dan harga avtur akibat kenaikan harga komoditas energi global, penyesuaian harga energi nonsubsidi, serta transmisi kenaikan cukai rokok.

Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 6,51 persen yoy, lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 5,33 persen yoy.

Baca juga: BPS Ingatkan Pengaruh Kenaikan Inflasi ke Peningkatan Kemiskinan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.