Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Lewat Fitur CPM, Youtap Pelopori Pembayaran Digital Indonesia

Kompas.com - 02/08/2022, 18:13 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.comYoutap Indonesia atau PT Mitra Digital Sukses menjadi salah satu perusahaan teknologi pengelolaan usaha yang mempelopori pembayaran cepat non tunai lewat customer presented mode (CPM).

Selain membantu meningkatkan pengelolaan usaha bagi UMKM secara all-in-one, teknologi Youtap telah dipercaya dan diadopsi oleh banyak mitra enterprise besar untuk menjalankan bisnisnya. Salah satu inovasinya lewat opsi pembayaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

Untuk diketahui, QRIS mengakomodir dua model penggunaan quick response (QR) code pembayaran, yaitu merchant presented mode (MPM) dan customer presented mode (CPM).

Baca juga: 10 Tips UMKM Sukses Menjual ke Konsumen

Menurut data survei Asia Pasifik Indonesia Digital Conference (IDC) 2021, pelaku usaha bisa mendapat rata-rata 10 persen peningkatan penjualan saat menggunakan metode pembayaran yang populer.

Oleh karena itu, demi mengikuti perkembangan teknologi yang lebih maju, para pelaku usaha perlu lebih fleksibel dalam mendukung penyediaan berbagai metode pembayarannya.

Sebagai teknologi yang memberikan pengalaman berbeda, CPM Youtap terbukti telah digunakan hampir sebagian para pelaku enterprise, salah satunya adalah McDonald’s.

Adapun beberapa manfaat yang bisa dirasakan, yakni membantu transaksi pembayaran konsumen jauh lebih cepat dan membantu memudahkan sistem operasional bisnis yang berbentuk kupon atau voucher.

Baca juga: Youtap Dukung UMKM Kelola Bisnis On The Go lewat Youtap Pos

Bagaimana cara kerja CPM ?

CPM Youtap terbukti telah digunakan hampir sebagian para pelaku enterprise, salah satunya adalah McDonald?s. Dok. Humas Youtap CPM Youtap terbukti telah digunakan hampir sebagian para pelaku enterprise, salah satunya adalah McDonald?s.

Metode CPM hadir untuk memudahkan pelanggan dalam bertransaksi atau melakukan pembayaran dan memudahkan merchant untuk melakukan verifikasi.

Sebagai informasi, CPM atau customer presented mode merupakan metode pembayaran yang mengharuskan konsumen untuk menampilkan QR code dari ponsel yang kemudian akan di-scan oleh merchant.

Sampai saat ini, belum banyak merchant yang menggunakan CPM, sehingga hanya ada sedikit penyedia jasa sistem pembayaran yang menggunakan metode ini.

Proses verifikasi dan pembayaran di CPM juga lebih aman untuk konsumen karena konsumen hanya tinggal menunjukan atau mengeluarkan QR code dari ponsel tanpa perlu memasukan nominal secara manual. Verifikasi dari kode ini selanjutnya akan dipindai oleh merchant untuk proses transaksi.

Baca juga: Pengguna QRIS Melejit, Youtap Jadi POS Nomor Satu Paling Diminati UMKM untuk Terima Pembayaran Nontunai

CPM memiliki beberapa keunggulan dari segi metode pembayaran. CPM dinilai lebih cepat dengan proses transaksi CPM hanya berlangsung dalam tempo dua detik.

Selain lebih cepat, CPM juga terbukti lebih akurat karena konsumen yang langsung menunjukkan kode QR untuk proses transaksi dan bisa mengurangi risiko kesalahan memasukkan jumlah nominal pembayaran.

Tak hanya itu, CPM juga memberikan keuntungan lebih bagi merchant yang menggunakannya. Pasalnya, CPM menyediakan router yang dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat, bisa digunakan melalui aplikasi point of sales (POS), dan perangkat pembayaran lainnya atau integrasi secara host-to-host.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

Tersandung Gagal Bayar, Investree Belum Dapat Tambahan Modal

Tersandung Gagal Bayar, Investree Belum Dapat Tambahan Modal

Whats New
Ini 'Ramalan' Terbaru Bank Dunia Terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Ini "Ramalan" Terbaru Bank Dunia Terhadap Ekonomi Indonesia 2024-2025

Whats New
Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Nyaris 10 Juta Gen Z Menganggur, Kemenko Perekonomian Tawarkan Program Prakerja

Whats New
IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
 The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

The Fed Pertahankan Suku Bunga Tetap Stabil, dan Berencana Lakukan Pemotongan Tahun Ini

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

Whats New
Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Tarif Internet Starlink Vs Provider Lokal, Mana Lebih Murah? Ini Penjelasan Kominfo

Whats New
[POPULER MONEY] Kominfo Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink | Ditransfer Uang Pinjol Ilegal, Ini yang Harus Dilakukan

[POPULER MONEY] Kominfo Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink | Ditransfer Uang Pinjol Ilegal, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Diperintah Jokowi Akuisisi Perusahaan Kamboja, Dirut Bulog: Pembicaraan Sudah Dilakukan

Diperintah Jokowi Akuisisi Perusahaan Kamboja, Dirut Bulog: Pembicaraan Sudah Dilakukan

Whats New
OJK: Kredit Macet 15 'Fintech Lending' di Atas 5 Persen

OJK: Kredit Macet 15 "Fintech Lending" di Atas 5 Persen

Whats New
Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Semakin Banyak Negara Adopsi ETF, Minat Aset Kripto Bakal Kembali Meningkat

Whats New
Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Penyeludupan Benih Lobster, Menteri KKP: Triliunan Rupiah Harta Bangsa Ini Melayang...

Whats New
Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Izin Usaha Dicabut, TaniFund Belum Punya Tim Likuidasi

Whats New
Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk 'Subholding Company' Anak Usaha

Perkuat Ekosistem Perhajian, BPKH Akan Bentuk "Subholding Company" Anak Usaha

Whats New
Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Jadi Salah Satu Pengawas BP Tapera, Ini yang Bakal Dilakukan OJK

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com