Tak Terima Dividen Sejak 2013 Jadi Alasan Pemegang Saham Gugat Blue Bird

Kompas.com - 02/08/2022, 18:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Blue Bird digugat Rp 11 triliun oleh salah satu pemegang sahamnya yang bernama Elliana Wibowo ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Tim kuasa hukum Elliana, Roy Rening mengatakan, gugatan tersebut dilayangkan Elliana kepada PT Blue Bird Tbk, PT Big Bird karena belum menerima dividen perusahaan sejak awal 2013.

"Untuk itu, Ibu Elliana Wibowo mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) didaftarkan di PN Jakarta Selatan pada hari Jumat, 22 Juli 2022 dengan register perkara perdata Nomor 677/Pdt.G/2022/PN.JKT.SEL," kata Roy dalam keterangannya, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Digugat Rp 11 Triliun di PN Jaksel, Ini Respons Blue Bird

Roy mengatakan, Elliana selaku pemegang saham sebesar 15,35 persen dirugikan karena tidak menerima dividen selama 10 tahun enam bulan sampai dengan.gugatan ini didaftarkan. Untuk itu, Blue Bird digugat kliennya.

Adapun selain PT Blue Bird Tbk, pihak-pihak yang turut digugat dalam perkara perdata tersebut adalah Purnomo Prawiro, Noni Sri Ayati Purnomo, Endang Purnomo, Indra Marki, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Purnomo Prawiro, dan PT Big Bird.

Roy mengatakan, kerugian perdata yang dialami Elliana sebagai penggugat di antaranya adalah serangkaian peristiwa kekerasan fisik-psikis (dugaan pidana penggeroyakan dan/atau penganiayaan) yang dihentikan penyidikannya serta tidak dibayarkankannya dividen selama 10 tahun 6 bulan.

Baca juga: Duduk Perkara Blue Bird Digugat Rp 11 Triliun oleh Pemegang Saham

"Yang dikualifikasi sebagai kerugian materiil adalah sebesar Rp. 1.363.768.900.000, dan kerugian immaterial sebesar Rp.10.000.000.000.000," ujarnya.

Lebih lanjut, Roy mengatakan, upaya hukum ini dilakukan agar Elliana mendapatkan hak-haknya kembali sebagai ahliwaris dari pendiri Blue Bird Group.

Sebelumnya, dilansir situs PN Jaksel, Senin (1/8/2022), gugatan dengan nomor 677/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL itu terkait dengan perubahan AD/ART perusahaan, saham-saham pada Blue Bird Taxi dan Big Bird serta saham salah satu pemegang saham di Blue Bird Tbk.

Elliana menyampaikan alasannya membawa masalah perubahan AD/ART dan saham tersebut ke pengadilan. Salah satunya, Fadil Imran dan Bambang Hendarso digugat dengan alasan melakukan perbuatan melawan hukum karena menghambat keadilan bagi penggugat (Elliana).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.