Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Co-branding E-money, Bank Mandiri Gandeng Kemensetneg

Kompas.com - 02/08/2022, 21:30 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menjadikan e-money sebagai kartu mitra co-branding untuk Portal Perizinan Tenaga Asing dan Fasilitas-Kerja Sama Teknik Luar negeri (PINTAS-KTLN).

SVP Government Solution Group Bank Mandiri Nila Mayta Dwi Rihandjani mengatakan, sinergi e-Money ini merupakan realisasi keinginan Bank Mandiri untuk memberikan nilai tambah serta solusi keuangan kepada seluruh stakeholder perseroan.

Tak hanya itu, sinergi diharapkan juga dapat menyatukan persepsi dalam mendukung program-program pemerintah utamanya yang dilakukan di Kementerian/Lembaga.

Baca juga: Simak 5 Cara Top Up e-Money Mandiri dengan Mudah

"Sebagai salah satu bank BUMN, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan dan produk perbankan berbasis digital agar berbagai transaksi keuangan dapat dilakukan secara cepat, aman dan transparan sesuai kebutuhan nasabah, termasuk Kementerian dan Lembaga Negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Nila melanjutkan, dengan memanfaatkan layanan keuangan Bank Mandiri, pegawai Kementerian Sekretariat Negara RI nantinya juga akan dapat mengakses produk-produk pembiayaan segmen konsumer untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perbankan pegawai.

"Tak hanya dalam hal pengelolaan transaksi keuangan secara cashless, kerjasama kali ini diharapkan dapat lebih menguatkan pengembangan sistem teknologi dalam bertransaksi keuangan serta penguatan produk dan layanan dari Bank Mandiri untuk Kementerian Sekretariat Negara RI," ucapnya.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara RI Setya Utama menambahkan, PINTAS KTLN menjadi langkah terbaru dari Kemensetneg sebagai showcase of the nation dalam kampanye Pemerintahan Dilan (Digital Melayani).

Baca juga: 7 Cara Cek Saldo e-Money Mandiri dengan Mudah dan Praktis

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik  berbasis teknologi informasi yang transparan dan aksesibel.

PINTAS KTLN merupakan aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses penerbitan surat persetujuan penugasan dan rekomendasi fasilitas keimigrasian tenaga asing dalam kerangka kerja sama teknik.

Dengan menggandeng Ford Foundation, Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (Biro KTLN), Kemensetneg berharap mampu mewujudkan layanan perizinan bagi tenaga asing secara digital, mudah, cepat dan fleksibel.

"Kartu PINTAS ini juga merupakan kartu identitas tenaga asing yang merupakan salah satu keluaran aplikasi PINTAS KTLN," kata Setya.

Sebagai informasi, Bank Mandiri terus fokus dalam pengembangan bisnis kartu prabayar. Hasilnya, hingga Juni 2022, Bank Mandiri telah menerbitkan 27,4 juta kartu berlogo e-money dengan rata-rata transaksi per bulan sebanyak 93,5 juta transaksi senilai Rp 1,65 trilliun. Saat ini, uang elektronik berlogo e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi di 175 ribu merchant yang berkerjasama.

Baca juga: Cara Top Up E-money di Shopee dan Tokopedia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

OJK Nilai Ekonomi Syariah RI Belum Optimal, Bakal Perkuat Bank dan BPR Syariah

OJK Nilai Ekonomi Syariah RI Belum Optimal, Bakal Perkuat Bank dan BPR Syariah

Whats New
Stabilisasi Harga Pangan, ID FOOD Genjot Stok Gula hingga Cabai

Stabilisasi Harga Pangan, ID FOOD Genjot Stok Gula hingga Cabai

Whats New
Ingat, Pendaftaran Program Kartu Prakerja 63 Berakhir Hari Ini

Ingat, Pendaftaran Program Kartu Prakerja 63 Berakhir Hari Ini

Whats New
Indonesia Bakal Tambah Impor Beras, Totalnya 3,6 juta Ton Tahun Ini

Indonesia Bakal Tambah Impor Beras, Totalnya 3,6 juta Ton Tahun Ini

Whats New
Transaksi TikTok Shop Masih di Aplikasi yang Sama, Wamendag Minta Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi

Transaksi TikTok Shop Masih di Aplikasi yang Sama, Wamendag Minta Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi

Whats New
Fitch Ratings Ingatkan Risiko Fiskal Menengah RI Akan Naik, Mengapa?

Fitch Ratings Ingatkan Risiko Fiskal Menengah RI Akan Naik, Mengapa?

Whats New
Rincian Daftar Gaji PNS dan PPPK Terbaru 2024

Rincian Daftar Gaji PNS dan PPPK Terbaru 2024

Whats New
'Groundbreaking' Kelima di IKN Dilaksanakan Pekan Ini, Ada Kantor Bank Mandiri dan BRI

"Groundbreaking" Kelima di IKN Dilaksanakan Pekan Ini, Ada Kantor Bank Mandiri dan BRI

Whats New
Soal PKL Wajib Sertifikat Halal, Asosiasi UMKM: Mereka Belum Siap, Sosialisasi Juga Kurang

Soal PKL Wajib Sertifikat Halal, Asosiasi UMKM: Mereka Belum Siap, Sosialisasi Juga Kurang

Whats New
Toffin App dari Toffin Indonesia Bantu Bisnis F&B Jadi Mudah

Toffin App dari Toffin Indonesia Bantu Bisnis F&B Jadi Mudah

Whats New
Pekan Ini Kemendag Akan Panggil Tokopedia Pastikan Taat Aturan Permendag PPMSE

Pekan Ini Kemendag Akan Panggil Tokopedia Pastikan Taat Aturan Permendag PPMSE

Whats New
Staf Ahli Sri Mulyani Sebut Porsi Aset Keuangan Syariah RI Masih 10,81 Persen

Staf Ahli Sri Mulyani Sebut Porsi Aset Keuangan Syariah RI Masih 10,81 Persen

Whats New
Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Haji 2024 Diundur

Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Haji 2024 Diundur

Whats New
Blibli Perkuat Upaya Pengelolaan Sampah

Blibli Perkuat Upaya Pengelolaan Sampah

Whats New
Investor Ritel di Indonesia Didominasi Milenial dan Gen Z

Investor Ritel di Indonesia Didominasi Milenial dan Gen Z

Earn Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com