Irvan Maulana
Direktur Center of Economic and Social Innovation Studies (CESIS)

Peneliti dan Penulis

"Plot Twist" Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

Kompas.com - 03/08/2022, 13:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kasus lain yang juga dipastikan dapat menghambat proses finishing KCJB adalah masalah signaling atau persinyalan.

Sistem signaling KCJB menggunakan sistem elektronik berbasis GSM seluler. Salah satunya persoalan persinyalan yang belum tuntas dibahas.

Operasi angkutan kereta api (KA) jantungnya ada si persinyalan. Sinyal harus andal supaya keselamatan angkutan KA terjamin.

Hal ini sesuai dengan pembicaraan teknis antara KCIC dengan konsorsium China (HSRCC-CRSC-CRDC dan CDJO), teknologi seluler yang akan digunakan KCJB adalah Chinese Train Control System-3 (CTCS-3) dengan menggunakan teknologi persinyalan Global System Mobile - Railway (GSM-R) di frekuensi 900 MHz milik PT Telkomsel sebesar 4 MHz (936 - 940 MHz).

Namun penggunaan frekuensi ini masih menyisakan banyak masalah terkait keselamatan perjalanan KCJB dan mahalnya biaya sewa frekuensi yang harus dibayarkan oleh KCIC.

Selain itu, tingginya risiko interferensi pada frekuensi 900 MHz juga disebabkan oleh banyaknya penggunaan penguat sinyal GSM (repeater) ilegal oleh masyarakat umum yang sulit dikontrol oleh Badan Monitoring (Balmon) Kementerian Kominfo.

Untuk itu perlu dicarikan alternatif teknologi persinyalan untuk KCJB yang lebih sederhana, namun menjamin keselamatan operasional KCJB, yaitu mengganti sistem persinyalan dari sistem CTCS-3 ke sistem CTCS-2.

Sistem CTCS-2 merupakan sistem teknologi di bawah CTCS-3 dan tidak dilengkapi dengan teknologi GSM-R sebagai media transmisi data persinyalan.

Solusi tepat

Penggunaan CTCS-2 tanpa GSM-R dapat menghemat beberapa pengeluaran (overrun) KCIC dalam pengoperasian KCJB.

Antara lain tidak ada pengeluaran biaya untuk kegiatan frequency clearing sekitar Rp 1,3 triliun serta sewa Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi dan perawatan jaringan sebesar Rp 160 miliar per tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.