JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) bisa saja kembali bengkak di tahun 2023 nanti jika pembangunannya terus ditunda.
“Kereta cepat sama (dengan Mass Rapid Transit/ MRT Jakarta), kalau kereta cepat ini terus ditunda, harga pembangunannya tahun depan akan lebih mahal lagi. Artinya, harus segera diselesaikan,” kata Erick di Jakarta, Rabu (3/8/2022).
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...
Pembangunan proyek KCJB ini menjadi sorotan, karena biaya proyek tersebut diperkirakan bengkak sebesar 1,176 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun. Apalagi, dalam pengembangannya, biaya bengkak atau cost overrun dibiayai dari sumber lain yakni pinjaman ke China.
“Jika dilihat dari strukturnya, 75 persen dari kereta cepat itu pinjaman Bank China, 25 persen equity, dimana Indonesia 55 persen, dan China 45 persen. Artinya Penyertaan Modal Negara/PMN yang mau diberikan itu bagian dari equity, karena kan pinjamannya ditambah. Jadi kalau ditanya apakah kereta cepat ada investor, ya belum, Garuda saja belum,” tambah Erick.
Baca juga: Kereta Cepat, Lambat Selesainya
Erick mengatakan, permasalah pembangunan kereta cepat sama halnya dengan membangun MRT Jakarta yang terlambat hingga 20 tahun. Dia bilang, jika MRT Jakarta dibangun 20 tahun yang lalu, tentunya cost yang dikeluarkan akan lebih murah.
“Kadang orang selalu membicarakan cost, cost, cost. Contoh pembangunan MRT Jakarta, itu kan telat 20 tahun, ongkosnya berapa waktu itu? Tapi kalau 20 tahun lalu kita bangun MRT Jakarta, harganya lebih murah,” ujar Erick.
Baca juga: Beredar Video Tol Becakayu Ambles, PUPR: Tidak Benar, Itu Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Mantan Presiden Inter Milan ini mengungkapkan, saat perjalanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin ke Jepang, berbicara terkait dengan komitmen keberlanjutan proyek MRT. Erick yakin, pembiayaan MRT saat ini lebih mahal, dibandingkan pembiayaan sebelumnya.
“Kemarin perjalanan Pak Presiden ke Jepang bicara soal MRT yang mana MRT Jakarta ini dibangun oleh Jepang di masa kepemimpinan Pak Jokowi sebagai Gubernur. Jepang kemarin berkomitmen kepada Pak Jokowi untuk keberlanjutan pembangunan MRT, saya yakin MRT yang dibangun saat itu sama kondisi saat ini, lebih mahal,” tegas dia.
Baca juga: Erick Thohir: BUMN Sampai PHK Karyawan, Itu Imbas Bisnis Proses yang Salah dan Tak Sehat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.