OJK: Hingga Juni 2022, Fintech P2P Lending Salurkan Pembiayaan Rp 52,92 Triliun

Kompas.com - 04/08/2022, 20:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending telah menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif sebesar Rp 52,92 triliun sampai Juni 2022.

Jumlah tersebut setara dengan 47,84 persen dari keseluruhan pinjaman sampai semester I-2022. Sebagai pembanding, pembiayaan fintech P2P lending ke sektor konsumtif tercatat lebih besar atau mencapai Rp 57,7 triliun dan mengambil porsi sebesar 52,16 persen.

Penyaluran pembiayaan fintech P2P lending ke sektor produktif menurun dibandingkan jumlahnya sepanjang tahun lalu yang mencapai angka Rp 61,06 triliun.

Baca juga: OJK: Moratorium Izin Fintech P2P Lending Masih Berlaku, Cegah Pinjol Ilegal Bermunculan

Pembiayaan fintech P2P lending ke sektor produktif

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Moch. Ihsanuddin mengatakan, terdapat beberapa hal yang mendasari penurunan penyaluran pembiayaan ini.

"Ada beberapa alasan, antara lain karena pembaruan klasifikasi lapangan usaha Indonesia di sistem pelaporan kita (Sistem Informasi Pelaporan Terintegrasi) Silaras. Ada satu item yang menyebabkan pelapor suka salah memasukkan pembiayaan produktif menjadi konsumtif," kata dia dalam media briefing, Kamis (4/8/2022).

Meskipun demikian, angka ini sebenarnya lebih baik jika dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan produktif fintech P2P lending pada tahun 2019 dan 2020.

Berdasarkan catatan yang ia miliki, penyaluran pembiayaan produktif fintech p2p lending pada tahun 2019 baru sebesar Rp 17,62 triliun. Sedangkan, pada tahun 2020 pembiayaan produktif fintech P2P lending mencapai angka Rp 28,98 triliun.

Ihsanuddin optimistis, pembiayaan fintech P2P lending ke sektor produktif akan terus mengalami kenaikan seiring dengan adaptasi dan pembaharuan aplikasi Silaras.

Baca juga: Bank Jago Syariah Bidik Kerja Sama dengan 2 Fintech Lending, Sasar Sektor Konsumtif

Edukasi layanan fintech P2P lending

OJK juga terus mengedukasi masyarakat untuk bijak dalam menggunakan layanan pinjaman fintech P2P lending.

"Jadi pembiayaan konsumtif itu memang biasanya digunakan anak muda untuk memenuhi lifestyle yang seharusnya belum jadi gaya hidup mereka," terang dia.

Tak hanya itu, OJK juga akan mendorong penggunaan fintech P2P lending dapat dimanfaatkan untuk mengakses Layanan pengadaan Secara Eletronik (LPSE).

"Kami membantu mengkomunikasikan, sehingga fintech bisa menjangkau dan memasarkan ke sana (luar pulau), agar mereka semakin inklusif dan dikenal tidak hanya oleh millenial di kota besar seperti Jakarta," tandas dia.

"Kita lihat tahun depan, saya yakin (penyaluran pembiayaan) produktifnya naik," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.