Apakah Konflik China-Taiwan Berdampak ke Indonesia? Ini Kata Menko Airlangga

Kompas.com - 05/08/2022, 21:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, ketegangan yang terjadi antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS) belum berdampak pada perekonomian Indonesia. Lantaran ketegangan tersebut masih sekedar narasi.

Menurut Airlangga, kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taiwan menimbulkan ketegangan politik baru. Ada dua konflik yang muncul yaitu antara China dengan Taiwan, serta China dengan AS.

"Kami yakin sampai saat ini relatif dengan situasi belum menyeret ke mana-mana. Jadi ini narasi temperatur saja, naik-turun," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Menko Airlangga: Kemungkinan Indonesia Resesi Masih Rendah

Airlangga menyebutkan, konflik yang terjadi di Taiwan tersebut merupakan perseteruan klasik antara China dan AS dalam hal memperebutkan tahta sebagai negara nomor satu di dunia.

"Ini kami lihat sebagai tantangan negara nomor dua menjadi nomor satu, dan itu sudah relatif klasik," imbuh Airlangga.

Meski demikian, ia menilai, konflik yang melibatkan China dan AS itu tidak terlepas dari perang dagang. Hal itu mengingat Taiwan merupakan produsen komponen semi konduktur dan termasuk penyuplai terbesar untuk pasar global.

Produk semi konduktor tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan digitalisasi. Airlangga bilang, industri semi konduktor Taiwan bisa mempengaruhi sektor perdagangan China hingga 10 persen.

Oleh sebab itu konflik yang terjadi di Taiwan diharapkan tidak mendisrupsi industri semi konduktor.

"Jadi tentu kepentingan negara-negara Eropa atau negara barat dengan sistem kondektur ini harapannya tidak terdisrupsi karena ini menjadi komoditas yang sangat penting," pungkasnya.

Baca juga: Airlangga Sebut Kartu Prakerja Program Masterpiece...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.