34 Perusahaan Masuk Bursa, 30 Lagi dalam Pipeline

Kompas.com - 07/08/2022, 07:57 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bertambah. Tercatat pada Jumat (5/8/2022), genap terdapat 800 perusahaan yang melantai di BEI.

BEI mencatat sejak awal tahun hingga 5 Agustus 2022, terdapat 34 perusahaan baru yang listing di bursa efek Tanah Air. Adapun total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 20,1 triliun.

"Serta terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," tulis Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangannya, dikutip Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Kode Bank Mandiri dan Bank BUMN Lain untuk Keperluan Transfer

Selama sepekan ini, tedapat 5 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Lima perusahaan tersebut ialah PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC), PT Aman Agrindo Tbk (GULA), PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI).

Yulianto menilai terus bertambahnya jumlah perusahaan listing di bursa efek merupakan hasil dari penyelenggaraan program sosialisasi kepada calon perusahaan tercatat di seluruh Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh BEI bersama berbagai pihak.

"Sepanjang tahun 2021, BEI telah menyelenggarakan 472 business meeting bersama 363 perusahaan potensial dan 75 go public workshop di seluruh Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Ingin Gaet Lebih Banyak Nasabah, Aplikasi Investasi Kripto Ini Tawarkan 6 Benefit

Guna mendukung peningkatan jumlah perusahaan tercatat, BEI berusaha adaptif dan inklusif untuk bisa mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan, diantaranya dengan melakukan pembaruan peraturan BEI nomor I-A.

Pembaruan peraturan tersebut memberikan pilihan yang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat dicatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan dengan tetap memperhatikan kualitasnya.

"Dengan adanya opsi yang lebih luas, calon perusahaan tercatat dapat memilih kriteria persyaratan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik usaha yang dimiliki," ucap Yulianto.

Baca juga: RI Jadi Negara Pertama Pengguna Kereta Cepat Impor Made in China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.